Yohanes 6:35 (TB)
35. Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Saudara, setiap produk makanan dan produk obat-obatan selalu ada tanggal produksinya tapi juga ada tanggal kadaluarsanya. Ada beberapa makanan yang mungkin kadaluarsanya cuman hitungan hari seperti roti mungkin yang kita beli di toko-toko, paling 3-4 hari juga kadaluarsa akan tumbuh jamur akan rusak. Ada makanan yang dalam kemasan mungkin yang lebih bertahan lama sampai setahun mungkin, obat-obatan mungkin lebih panjang jangka kadaluarsanya bisa 2-3 tahun.
Saudara, semua barang-barang ini ada kadaluarsanya dan kalau sudah kadaluarsa kita memakannya, kita mengkonsumsinya akan berbahaya sebab kita mungkin akan sakit atau kita akan keracunan akibat dari makanan yang sudah lewat tanggal kadaluarsanya. Saudara, tetapi ada satu roti yang aman dalam hidup kita, Alkitab pun baru ngomong, roti hidup kalau engkau memakannya engkau tidak akan lapar lagi dan kau tidak akan pernah haus lagi. Siapa roti hidup itu? dia adalah Tuhan Yesus, dia enggak pernah kadaluarsa dia selalu up-to-date setiap kali engkau memakan dia artinya bukan makan beneran agar kita menginginkan dia, menaruh dia dalam hidup kita maka hari itu semua kelaparan kita akan perkara dunia, kehausan kita akan perkara dunia, semua akan disingkirkan dan hidup kita dikenyangkan. Kasihnya, perhatiannya, cintanya tidak pernah kadaluarsa dalam hidup kita. Kalau kau dapatkan roti hidup itu, engkau mendapatkan semua yang baik, semua yang luar biasa dan ingat kasihnya, pengorbanannya, cintanya tidak pernah kadaluarsa.
Akulah roti hidup" Roti menggambarkan kebutuhan dasar manusia secara jasmani, yang merupakan makanan pokok pada masa itu. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Yesus sedang mengajar orang banyak di seberang laut dalam perjalanan-Nya menuju ke Kapernaum. Yesus tahu bahwa orang-orang yang mengikuti Dia hanya berfokus pada berkat jasmani atau berharap akan mukjizat-Nya.
Ketika Ia menyatakan diri-Nya sebagai roti hidup dan siapapun yang datang kepada roti itu tidak akan lapar dan haus lagi, Yesus ingin mengubah manset mereka yang salah dan mengajar mereka untuk mengejar sesuatu yang kekal, bukan hanya apa yang terlihat di mata saja.
Dari kisah ini, kita dapat memahami dua hal. Yang pertama Yesus harus menjadi sumber dari segala kebutuhan kita. Kita tidak akan kekurangan ketika kita menggantungkan hidup kita kepada Yesus.
Hal kedua adalah bahwa perumpamaan Yesus tentang roti hidup berbicara tentang kepuasan. Faktanya adalah manusia seringkali tidak pernah merasa puas karena salah mencari pemenuhan dari rasa lapar dan dahaganya, banyak orang mencari pemenuhan dari dunia ini.
" Yesus sendiri menekankan, "Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi". Ketika kita percaya dan senantiasa mencari pribadi Yesus dalam hidup kita, relasi kita dengan-Nya akan memuaskan setiap kelaparan dan dahaga jiwa kita. Hati kita juga akan dipenuhi oleh kasih-Nya yang memenuhi segala kekosongan dalam hati kita. Kasih Tuhan selalu cukup untuk kita. Jadikanlah Yesus sebagai roti hidup kita, maka Ia akan memenuhi segala yang kita perlukan,