Minggu, 04 Agustus 2024

Hidup Kekal Dan Kepedulian


Lukas 10:34 (TB) Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Ahli Taurat itu mengajukan pertanyaan yang luar biasa penting kepada Yesus tentang bagaimana orang dapat mewarisi hidup kekal. Sayang ia bertanya dengan motivasi salah dan praanggapan keliru. Ia bertanya bukan karena ia sungguh sedang menggumuli pertanyaan itu tetapi karena ia ingin mencobai Yesus (ayat 25). Ia tidak sedang mencari jawaban sebab ia sudah punya pranggapan bahwa orang dapat mewarisi hidup kekal melalui perbuatan membenarkan diri (ayat 25,29). 

Terasakah oleh Anda betapa mengejutkan jawaban Yesus? Dengan mengacu kepada sari Taurat (Ul. 6:5), Yesus ingin menyadarkan dia bahwa hidup kekal bukan masalah warisan tetapi masalah hubungan. Faktor intinya bukan perbuatan tetapi kondisi hati. Kasih Allah yang telah mengaruniakan hidup dengan menciptakan manusia dan memberikan hukum-hukum-Nya, patut disambut dengan hati penuh syukur dan kasih di pihak manusia. 

Mungkinkah orang mengalami kasih Allah dan hidup dalam kasih yang riil kepada-Nya namun hatinya tertutup terhadap rintih tangis sesamanya? Tidak, sebab kasih kepada Allah pasti akan mengalir dalam kasih kepada sesama. Namun, siapakah sesama yang harus kita kasihi itu? Itu menjadi pertanyaan berikut si ahli Taurat kepada Yesus. Lalu, lahirlah jawab menakjubkan dari Yesus tentang perumpamaan orang Samaria yang baik. Pertama, orang-orang yang dalam praanggapan si ahli Taurat pasti akan berbuat benar, ternyata tidak. Kedua, orang yang dalam praanggapan si ahli Taurat pasti salah, ternyata berbuat benar sebab memiliki kasih. Ketiga, ahli Taurat itu seharusnya tidak bertanya siapakah sesamanya tetapi bertanya apakah ia sedang menjadi sesama bagi orang lain.

083180656082

Antara Tuhan dan Nyawaku

Lukas 9:22-27

Hampir semua manusia takut kehilangan nyawanya. Bahkan, kita selalu berusaha untuk melindungi nyawa kita masing-masing. Di sisi lain, kematian (sebagai upah dosa) selalu mengintai setiap manusia karena semua manusia pasti akan mati. Kalau begitu, dengan apakah manusia menyelamatkan nyawanya?

Ya, hanya melalui Yesus. Untuk menanggung semua buah dosa, Ia harus menanggung banyak penderitaan, ditolak, lalu dibunuh. Pada hari ketiga, Ia dibangkitkan (22). Yesus mengajarkan bahwa ada syarat bagi setiap orang yang mau menyelamatkan nyawanya, yaitu memikul salib, menyangkal dirinya, dan berjalan mengikuti-Nya (23). "Siapa yang mempertahankan nyawanya, " kata Yesus, "akan kehilangan nyawa." Sebaliknya, "Siapa yang kehilangan nyawa oleh karena Aku, " lanjut Yesus, "akan diselamatkan." (24).

Apa yang ditawarkan dunia tidak bisa menyelamatkan kita dari maut. Itulah sebabnya Yesus mengatakan tawaran dunia adalah kebinasaan dan kerugian semata (25). Dunia memang akan menghina kita. Namun, ketika Ia datang kembali dalam kemuliaan, kita akan diselamatkan-Nya (26).

Kita harus setia memikul salib, menyangkal diri, dan berjalan mengikuti-Nya. Barang siapa kehilangan nyawa oleh karena Dia akan mendapatkan nyawa. Akuilah Tuhan di setiap jalan hidup kita. Jangan malu karena Ia dan firman-Nya.

Manusia sibuk mengejar dunia yang dianggap dapat menjamin nyawanya. Akan tetapi itu justru membuat dia kehilangan nyawa. Manusia mengorbankan kesehatan demi uang dan menghabiskan uang demi kesehatannya. Kita menganggap dengan memenuhi segala keinginan daging akan membuat hidup kita menjadi sukacita. Fakta ternyata berbicara sebaliknya. Mereka yang terobsesi mengejar keinginan daging justru terjebak ke dalam berbagai penderitaan. Akhirnya, banyak di antara mereka yang mati sebelum waktunya. Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek (Amsal 10:27).

Doa: Tuhan, ajar kami lebih mencintai-Mu daripada nyawa kami sendiri. [SG]

MUNAFIK

Baca:  Mazmur 28:1-9

"...yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan."  Mazmur 28:3

Apa itu munafik?  Munafik memiliki arti:  bermuka dua, orang yang perkataannya berbeda dengan isi hatinya, penuh dengan kepura-puraan, apa yang diucapkan tidak sesuai dengan perbuatannya.  Dalam Perjanjian Baru  (PB)  kata munafik diterjemahkan dari kata Yunani, hupokrithes, yang diartikan:  seorang pemain drama atau sandiwara.  Peran/karakter yang mereka lakoni di atas panggung sangat bertolak belakang dengan kenyataan sehari-hari.

     Kemunafikan adalah hidup yang sedang in dalam kehidupan masyarakat di zaman sekarang ini, yang akhirnya menghasilkan budaya berpura-pura.  Munafik berarti penuh kepalsuan atau kepura-puraan.  Inilah yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.  Mereka sangat expert dalam hal Alkitab atau Taurat, tapi sayang hal ini tidak selaras dengan perbuatan.  Itulah sebabnya Tuhan Yesus sangat mengecam mereka dan menyebutnya sebagai orang-orang yang munafik, karena hanya bisa mengajar orang lain tapi ia sendiri tidak melakukan apa yang mereka ajarkan, bahkan perbuatan mereka sangat bertolak belakang.  Pelayanan hanya mereka jadikan topeng belaka.  Tuhan Yesus berkata,  "Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."  (Matius 23:3).  Hidup dalam kemunafikan adalah tanda bahwa seseorang tidak sungguh-sungguh bertobat dan tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan.  Karena tidak ingin kehilangan pamor atau reputasi, dengan segala upaya mereka berusaha menutupi segala kebobrokannya dengan menampilkan hidup yang seolah-olah rohani  (suci)  melalui aktivitas-aktivitas keagamaan dengan tujuan supaya dipuji, dihormati dan dihargai oleh orang lain.  "...di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan."  (Matius 23:28).

     Apakah selama ini kita menjalani kehidupan kekristenan kita dengan penuh kepura-puraan?  Ibadah dan pelayanan yang kita lakukan jangan sampai hanya sebatas aktivitas jasmaniah, sementara hati dan perbuatan kita sangat jauh dari kebenaran.

Buanglah segala kemunafikan, sebab Tuhan sangat benci orang yang demikian!


Waktu Untuk Tuhan


_Mazmur 95:6 (TB) Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita._

Pemazmur memaparkan kepada umat Tuhan bahwa undangan beribadah Allah mungkin sekali ditujukan kepada umat yang telah undur dari pertemuan-pertemuan ibadah. Mengapa? Disadari bahwa kadang-kadang kehidupan rutin telah menyita banyak waktu kita, sehingga bila Ahad tiba, kesempatan itu digunakan sebaik-baiknya untuk menyegarkan pikiran yang jenuh, jiwa yang lusuh dan tubuh yang lesu. Berlibur bersama keluarga, mancing, tidur-tiduran di rumah, dlsb. Atau mungkin juga dimanfaatkan untuk menyelesaikan kepentingan bisnis yang tertunda. Begitu banyaknya kegiatan hingga tak ada jeda waktu mendengarkan suara Tuhan. Hubungan dengan Tuhan tidak lagi menjadi prioritas, bukan lagi yang utama. Jelas sekali hari ini umat dibawa kembali kepada keadaan semula bahwa semua itu ada karena Allah. Tak ada alasan untuk umat tidak datang beribadah kepada Tuhan dan bersyukur kepada-Nya! Umat diingatkan oleh Pemazmur untuk melihat dan menghayati karya-karya besar Allah: penciptaan dan pemeliharaan-Nya sebagai pendorong untuk bersyukur kepada-Nya.

Undangan beribadah. Suara Tuhan mengundang umat untuk bertobat, kembali ke dalam pelukan kasih pengampunan-Nya, ke jalan yang lebih utama yaitu jalan kebenaran-Nya, ke kuasa pengudusan-Nya. Marilah... masuklah...! Allah mengajak umat beribadah di hari perhentian-Nya. Beribadah dalam suasana sukacita yang dipenuhi ucapan syukur, menyembah dalam gegap gemerincing suara alat musik dan sorak sorai nyanyian umat. Undangan ini berlaku untuk semua orang yang menerima undangan dan mau datang menyembah Allah sang Pencipta yang menciptakan seluruh jagad raya ini (ayat 1-5).

Pentingnya mendengar. Peringatan keras bagi kita untuk mendengarkan suara Tuhan. Ketaatan dan respons kita dalam mendengarkan dan melakukan firman Tuhan menjadi faktor penentu masa depan apakah kita akan menikmati berkat Tuhan atau tidak. Ketidaktaatan, kepongahan dan kekerasan hati bangsa Israel menjadi contoh bagi kita. Mazmur ini juga memberikan satu pola beribadah: nyanyian, ucapan syukur, puji-pujian, doa, menyembah dengan bersuara maupun dalam keheningan, dan tidak kurang pentingnya adalah firman Tuhan, yaitu saat bagi kita merendahkan diri dan terbuka terhadap firman-Nya, serta mempersilahkan Allah berbicara menyatakan kehendak kepada kita.

SOUVERNIR


Roma 9:20 (TB) Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" 

Ketika saya sedang pelayanan ke Bangkok, saya menyempatkan satu hari untuk pergi berjalan-jalan, membeli souvernir. Karena saya ini kadang-kadang seneng banget dengan barang-barang seni. Saya datang ke sebuah pasar yang cukup terkenal di kota Bangkok, pasar chatuchak. Disana saya menemukan wow begitu banyak barang-barang seni yang luar biasa. Saya melihat barang seni dari kayu, saya melihat barang seni dari tanaman-tanaman dikeringkan, dan masih banyak lagi keramik-keramik disana. Dan saya memilih beberapa dan saya membawa pulang. Sehingga saya bagasi saya menjadi overload karena saya beli beberapa barang ini. Saudara, yang menarik adalah barang-barang souvernir itu harganya cukup mahal, tapi sebenarnya bahannya itu murah. Tapi saat menjadi souvernir menjadi cukup mahal. Kenapa bisa begitu saudara? Sebab proses dari barang yang biasa, bahan yang biasa ini, ada orang yang mengerjakannya, memprosesnya menjadi sebuah souvernir yang bagus. Tiba-tiba nilainya menjadi berubah. Proses itu membuat nilai hidup kita ini berubah. Dan ada banyak orang Kristen yang gak suka diproses Tuhan, kita suka seperti ini saja. Akibatnya hidupmu sangat murah, gak berharga, gak mulia. Kalau engkau mau mulia hidupmu dan ada nilai yang mahal. Ijinkan tangannya memproses hidupmu dan doakan tercipta barang-barang yang indah yang luar biasa. Sebab proses, proses tidak pernah menipu. 

Saya berdoa engkau rela dibentuk diproses oleh Tuhan dan jadi orang-orang yang mulia. Saya berdoa renungan hari ini memberkati kita semua. 

God bless you ~

JANGAN RAGUKAN KUASA TUHAN!


Markus 9:14-29
"Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"  Markus 9:23

Sebagai orang percaya, kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang hidup, yang tak terbatas kuasaNya dan Mahasanggup di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  Karena kuasaNya yang tak terbatas, tidak ada mustahil bagi Dia.  Sebesar apa pun persoalan atau masalah yang kita hadapi Tuhan sanggup menolong kita.

     Ayat firman Tuhan yang kita baca hari ini menyatakan bahwa ada seorang anak yang kerasukan roh hingga dia menjadi bisu,  "Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang."  (Markus 9:18a).  Lalu anak ini dibawa kepada Tuhan Yesus.  Tuhan berkata,  "'...jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!'  Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!'"  (Markus 9:23-24).  Dan mujizat pun terjadi,  "...keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: 'Ia sudah mati.'  Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.'"  (Markus 9:26-27).  Luar biasa!

     Seringkali kita bertanya dalam hati,  "Mungkinkah mujizat terjadi dalam hidupku?  Sanggupkah Tuhan menyembuhkan sakitku?"  Bukankah hal ini menunjukkan bahwa kita belum mengenal siapa Tuhan kita, betapa besar dan hebat kuasaNya?  Ingat, kuasa Tuhan tidak pernah berubah!  Kalau dahulu Dia sanggup melakukan mujizat, hari ini juga ia tetap sanggup.  Alkitab menegaskan,  "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."  (Ibrani 13:8).  Karena itu buang segala keraguan dan kebimbangan yang ada.  Perihal doa dan permohonan, Yakobus mengingatkan,  "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.  Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."  (Yakobus 1:6-7).  1Jika kita percaya dengan sungguh akan kuasa Tuhan, Ia mewujudkan apa pun yang kita imani.

Jika bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil dan bagi orang percaya juga tidak ada yang mustahil, apakah yang membuat sesuatu menjadi mustahil bagi kita?  Jawabnya adalah karena keraguan kita.

RENUNGAN ALKITAB - Kuasailah Dirimu dengan Kasih bukan Kebencian

Amsal 10 : 12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Hal yg paling buruk merusak yg bisa ada dlm kehi...