Kamis, 13 November 2025

RENUNGAN ALKITAB - Kuasailah Dirimu dengan Kasih bukan Kebencian

Amsal 10 : 12
Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Hal yg paling buruk merusak yg bisa ada dlm kehidupan seseorang adalah kebencian.
Ingat tidak ada orang yg menyimpan kebencian yang bisa menikmati hidupnya.

Kenapa?

Karena yg namanya kebencian bahkan iblispun tau bahwa itu adalah benih yang merusak, teman² benih itu adalah benih yg sangat amat luar biasa, kemanapun dia ditaburkan, dia hanya menimbulkan satu akibat, teman² dia hanya menyebapkan yang namanya kehancuran demi kehancuran demi kehancuran.
Yang namanya kebencian itu lawannya kasih kanapa kasih karena alkitab mengatakan iman, pengharan dan kasih yg terbesar diantaranya. "kasih" . Kalo kita bisa berkata kasih dalam diriku lebih besar dari segalanya, maka yang namanya kebencian tidak apa²nya teman².

Saat hati kita mulai tercemar dengan kebencian, kita bisa memperbaharuinya dengan pikiran Tuhan. Dalam Yesaya 55: 9 Allah berkata, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Tuhan tidak berkata, “Hahaaa pikiranku kan jauh lebih tinggi dari pikiranmu!” Dia malah berkata, “Ayo naik dan berpikirlah seperti aku berpikir, di sinilah kebebasan itu!” Kita melakukan hal ini dengan cara membaca firman-Nya. Firman Allah adalah kehendakNya yang hidup atas kita. Itu adalah pikiran-Nya. Saat kita belajar dan merenungkan pikiran-pikiran-Nya, kita menggantikan pikiran duniawi kita yang salah dengan pikiran-Nya yang lebih tinggi, yang bertujuan untuk perdamaian dan kebebasan.

Saat kita berpikir seperti Tuhan berpikir, kita bisa hidup seperti Dia hidup. Dia tak pernah kuatir dan tak pernah sakit hati. Dia malahan selalu menawarkan pengampunan kepada kita seperti Dia melakukannya atas kita.

Pengampunan dalam hal ini bukan berarti kalau kita harus berpura-pura kalau tak terjadi apa-apa. Tapi sikap mengampuni adalah sikap dimana kita mau berdamai dengan hati kita dan memampukan kita untuk mengampuni.

Saat Kebencian Bertahta di Ruang Hatimu, Mintalah Pengampunan Dengan Caranya Tuhan


Menyimpan Kepahitan masalalu dan Menyalahkan Tuhan


- Engkau harus bisa mengampuni karna kalo engkau tidak bisa mengampuni maka hukumnya Tuhan juga tidak akan mengampuni dosaMu

- lepaskan semua dosa mu dihadapanNya semua yg terikat lepaskan karna di hadapan Nya semua akan tetap kelihatan/telanjang

Ketika Tuhan memulain maka semua yg tidak berbentuk menjadi akan menjadi terbentuk , nampak , kelihatan , penuh, menjadi terang , bergerak dalam hidupMu

- Seperti kita yg kosong ,kacau tapi disaat Tuhan memulai dalam hidupmu maka hidupmu akan di ubah.

"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." Lukas 14:26

Rabu, 23 April 2025

Mengapa harus kuatir

Matius 6:25-34
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"  Matius 6:25


Tiada seorang pun yang hidup tanpa kekhawatiran;  tak satu pun kebal dari kekuatiran.  Jika seseorang berkata bahwa dia tidak peduli akan apa pun di dunia ini, maka dia ada dalam penyangkalan.  Yang menjadi pertanyaan:  apa yang dapat kita lakukan dengan kekuatiran kita?

Sebelum kita belajar tentang kebenaran firman Tuhan dan mencari tahu apa yang dapat kita perbuat terhadap kekuatiran kita, kita perlu tahu sesuatu tentang kekuatiran itu sendiri.
Kekuatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi.  Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan.
Merasa kuatir berarti merasa cemas, bingung dan pikirannya terbagi-bagi.  Apa yang harus kita perbuat ketika rasa kuatir menyerang pikiran kita? Rasul Paulus menasihati, "nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."  (Filipi 4:6-7).

Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya merasa kuatir karena Tuhan, Allah kita sanggup memberkati dan menjaga kita.
Ketika kita kuatir kita sedang berupaya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah.  Mampukah kita?  Tuhan bertanya,  "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"  (Matius 6:27).
Tidak ada gunanya memelihara kekuatiran yang justru akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri.
Ada tertulis:  "Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,"  (Amsal 12:25);  kekuatiran membuat kita kehilangan sukacita dan menderita sakit.  Untuk menang terhadap kekuatiran, kita harus mempercayai Tuhan dengan segenap hati.
Rasul Petrus menasihati,  "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."  (1 Petrus 5:7).  Ketika dihadapkan pada kelemahan-kelemahan, setiap kita memiliki pilihan:  menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan mempercayaiNya dengan sepenuh hati, atau berusaha mengatasi kekuatiran itu dengan usaha kita sendiri.

Tidak seharusnya kita mengeraskan hati dengan memikul beban dengan kekuatan sendiri dan tidak menyerahkannya kepada Tuhan!

Minggu, 04 Agustus 2024

Hidup Kekal Dan Kepedulian


Lukas 10:34 (TB) Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Ahli Taurat itu mengajukan pertanyaan yang luar biasa penting kepada Yesus tentang bagaimana orang dapat mewarisi hidup kekal. Sayang ia bertanya dengan motivasi salah dan praanggapan keliru. Ia bertanya bukan karena ia sungguh sedang menggumuli pertanyaan itu tetapi karena ia ingin mencobai Yesus (ayat 25). Ia tidak sedang mencari jawaban sebab ia sudah punya pranggapan bahwa orang dapat mewarisi hidup kekal melalui perbuatan membenarkan diri (ayat 25,29). 

Terasakah oleh Anda betapa mengejutkan jawaban Yesus? Dengan mengacu kepada sari Taurat (Ul. 6:5), Yesus ingin menyadarkan dia bahwa hidup kekal bukan masalah warisan tetapi masalah hubungan. Faktor intinya bukan perbuatan tetapi kondisi hati. Kasih Allah yang telah mengaruniakan hidup dengan menciptakan manusia dan memberikan hukum-hukum-Nya, patut disambut dengan hati penuh syukur dan kasih di pihak manusia. 

Mungkinkah orang mengalami kasih Allah dan hidup dalam kasih yang riil kepada-Nya namun hatinya tertutup terhadap rintih tangis sesamanya? Tidak, sebab kasih kepada Allah pasti akan mengalir dalam kasih kepada sesama. Namun, siapakah sesama yang harus kita kasihi itu? Itu menjadi pertanyaan berikut si ahli Taurat kepada Yesus. Lalu, lahirlah jawab menakjubkan dari Yesus tentang perumpamaan orang Samaria yang baik. Pertama, orang-orang yang dalam praanggapan si ahli Taurat pasti akan berbuat benar, ternyata tidak. Kedua, orang yang dalam praanggapan si ahli Taurat pasti salah, ternyata berbuat benar sebab memiliki kasih. Ketiga, ahli Taurat itu seharusnya tidak bertanya siapakah sesamanya tetapi bertanya apakah ia sedang menjadi sesama bagi orang lain.

083180656082

Antara Tuhan dan Nyawaku

Lukas 9:22-27

Hampir semua manusia takut kehilangan nyawanya. Bahkan, kita selalu berusaha untuk melindungi nyawa kita masing-masing. Di sisi lain, kematian (sebagai upah dosa) selalu mengintai setiap manusia karena semua manusia pasti akan mati. Kalau begitu, dengan apakah manusia menyelamatkan nyawanya?

Ya, hanya melalui Yesus. Untuk menanggung semua buah dosa, Ia harus menanggung banyak penderitaan, ditolak, lalu dibunuh. Pada hari ketiga, Ia dibangkitkan (22). Yesus mengajarkan bahwa ada syarat bagi setiap orang yang mau menyelamatkan nyawanya, yaitu memikul salib, menyangkal dirinya, dan berjalan mengikuti-Nya (23). "Siapa yang mempertahankan nyawanya, " kata Yesus, "akan kehilangan nyawa." Sebaliknya, "Siapa yang kehilangan nyawa oleh karena Aku, " lanjut Yesus, "akan diselamatkan." (24).

Apa yang ditawarkan dunia tidak bisa menyelamatkan kita dari maut. Itulah sebabnya Yesus mengatakan tawaran dunia adalah kebinasaan dan kerugian semata (25). Dunia memang akan menghina kita. Namun, ketika Ia datang kembali dalam kemuliaan, kita akan diselamatkan-Nya (26).

Kita harus setia memikul salib, menyangkal diri, dan berjalan mengikuti-Nya. Barang siapa kehilangan nyawa oleh karena Dia akan mendapatkan nyawa. Akuilah Tuhan di setiap jalan hidup kita. Jangan malu karena Ia dan firman-Nya.

Manusia sibuk mengejar dunia yang dianggap dapat menjamin nyawanya. Akan tetapi itu justru membuat dia kehilangan nyawa. Manusia mengorbankan kesehatan demi uang dan menghabiskan uang demi kesehatannya. Kita menganggap dengan memenuhi segala keinginan daging akan membuat hidup kita menjadi sukacita. Fakta ternyata berbicara sebaliknya. Mereka yang terobsesi mengejar keinginan daging justru terjebak ke dalam berbagai penderitaan. Akhirnya, banyak di antara mereka yang mati sebelum waktunya. Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek (Amsal 10:27).

Doa: Tuhan, ajar kami lebih mencintai-Mu daripada nyawa kami sendiri. [SG]

MUNAFIK

Baca:  Mazmur 28:1-9

"...yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan."  Mazmur 28:3

Apa itu munafik?  Munafik memiliki arti:  bermuka dua, orang yang perkataannya berbeda dengan isi hatinya, penuh dengan kepura-puraan, apa yang diucapkan tidak sesuai dengan perbuatannya.  Dalam Perjanjian Baru  (PB)  kata munafik diterjemahkan dari kata Yunani, hupokrithes, yang diartikan:  seorang pemain drama atau sandiwara.  Peran/karakter yang mereka lakoni di atas panggung sangat bertolak belakang dengan kenyataan sehari-hari.

     Kemunafikan adalah hidup yang sedang in dalam kehidupan masyarakat di zaman sekarang ini, yang akhirnya menghasilkan budaya berpura-pura.  Munafik berarti penuh kepalsuan atau kepura-puraan.  Inilah yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.  Mereka sangat expert dalam hal Alkitab atau Taurat, tapi sayang hal ini tidak selaras dengan perbuatan.  Itulah sebabnya Tuhan Yesus sangat mengecam mereka dan menyebutnya sebagai orang-orang yang munafik, karena hanya bisa mengajar orang lain tapi ia sendiri tidak melakukan apa yang mereka ajarkan, bahkan perbuatan mereka sangat bertolak belakang.  Pelayanan hanya mereka jadikan topeng belaka.  Tuhan Yesus berkata,  "Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."  (Matius 23:3).  Hidup dalam kemunafikan adalah tanda bahwa seseorang tidak sungguh-sungguh bertobat dan tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan.  Karena tidak ingin kehilangan pamor atau reputasi, dengan segala upaya mereka berusaha menutupi segala kebobrokannya dengan menampilkan hidup yang seolah-olah rohani  (suci)  melalui aktivitas-aktivitas keagamaan dengan tujuan supaya dipuji, dihormati dan dihargai oleh orang lain.  "...di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan."  (Matius 23:28).

     Apakah selama ini kita menjalani kehidupan kekristenan kita dengan penuh kepura-puraan?  Ibadah dan pelayanan yang kita lakukan jangan sampai hanya sebatas aktivitas jasmaniah, sementara hati dan perbuatan kita sangat jauh dari kebenaran.

Buanglah segala kemunafikan, sebab Tuhan sangat benci orang yang demikian!


Waktu Untuk Tuhan


_Mazmur 95:6 (TB) Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita._

Pemazmur memaparkan kepada umat Tuhan bahwa undangan beribadah Allah mungkin sekali ditujukan kepada umat yang telah undur dari pertemuan-pertemuan ibadah. Mengapa? Disadari bahwa kadang-kadang kehidupan rutin telah menyita banyak waktu kita, sehingga bila Ahad tiba, kesempatan itu digunakan sebaik-baiknya untuk menyegarkan pikiran yang jenuh, jiwa yang lusuh dan tubuh yang lesu. Berlibur bersama keluarga, mancing, tidur-tiduran di rumah, dlsb. Atau mungkin juga dimanfaatkan untuk menyelesaikan kepentingan bisnis yang tertunda. Begitu banyaknya kegiatan hingga tak ada jeda waktu mendengarkan suara Tuhan. Hubungan dengan Tuhan tidak lagi menjadi prioritas, bukan lagi yang utama. Jelas sekali hari ini umat dibawa kembali kepada keadaan semula bahwa semua itu ada karena Allah. Tak ada alasan untuk umat tidak datang beribadah kepada Tuhan dan bersyukur kepada-Nya! Umat diingatkan oleh Pemazmur untuk melihat dan menghayati karya-karya besar Allah: penciptaan dan pemeliharaan-Nya sebagai pendorong untuk bersyukur kepada-Nya.

Undangan beribadah. Suara Tuhan mengundang umat untuk bertobat, kembali ke dalam pelukan kasih pengampunan-Nya, ke jalan yang lebih utama yaitu jalan kebenaran-Nya, ke kuasa pengudusan-Nya. Marilah... masuklah...! Allah mengajak umat beribadah di hari perhentian-Nya. Beribadah dalam suasana sukacita yang dipenuhi ucapan syukur, menyembah dalam gegap gemerincing suara alat musik dan sorak sorai nyanyian umat. Undangan ini berlaku untuk semua orang yang menerima undangan dan mau datang menyembah Allah sang Pencipta yang menciptakan seluruh jagad raya ini (ayat 1-5).

Pentingnya mendengar. Peringatan keras bagi kita untuk mendengarkan suara Tuhan. Ketaatan dan respons kita dalam mendengarkan dan melakukan firman Tuhan menjadi faktor penentu masa depan apakah kita akan menikmati berkat Tuhan atau tidak. Ketidaktaatan, kepongahan dan kekerasan hati bangsa Israel menjadi contoh bagi kita. Mazmur ini juga memberikan satu pola beribadah: nyanyian, ucapan syukur, puji-pujian, doa, menyembah dengan bersuara maupun dalam keheningan, dan tidak kurang pentingnya adalah firman Tuhan, yaitu saat bagi kita merendahkan diri dan terbuka terhadap firman-Nya, serta mempersilahkan Allah berbicara menyatakan kehendak kepada kita.

RENUNGAN ALKITAB - Kuasailah Dirimu dengan Kasih bukan Kebencian

Amsal 10 : 12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Hal yg paling buruk merusak yg bisa ada dlm kehi...