Selasa, 29 November 2022

RENUNGAN - Doa Dengan Yakin, Besar KuasaNya

Bacaan: Yakobus 5:16b

Banyak orang Kristen yang mengeluh mengapa doa-doanya tidak memperoleh jawaban dari Tuhan.

Mereka yang sebelumnya begitu intens berdoa sekian lama pada akhirnya mengalami keputusasaan, karena merasa gagal dalam kehidupan doanya. Itu artinya mereka tidak sabar menantikan waktu Tuhan!

Bukankah firman Tuhan mengajarkan kita untuk berdoa dengan tiada berkeputusan? Dan tidakkah Tuhan akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong? (Lukas 18:7).

Karena itu jangan mudah kehilangan semangat untuk berdoa, ketika doa-doa kita belum mendapatkan jawaban dari Tuhan.

Bila doa-doa kita tidak mendapatkan jawaban, jangan sekali-kali menyalahkan Tuhan, karena itu bukan salahnya Tuhan. Perlu dipahami juga bahwa jika Tuhan tidak menjawab doa kita, bukan berarti Dia tidak mempedulikan kita.

Kita tidak menerima jawaban dari doa-doa kita, karena kita sendiri merasa tidak yakin dengan doa-doa yang kita panjatkan. Dengan kata lain, kita berdoa tidak sepenuh hati.

Saat bibir mengucapkan doa, saat yang bersamaan pikiran kita dipenuhi dengan kebimbangan dan keragu-raguan. Itu sama artinya berdoa tanpa iman. Ayat nas menegaskan bahwa doa yang dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya! Bukan doa yang diliputi kebimbangan atau keraguan.

Kata 'yakin' memiliki arti: roh, jiwa dan tubuh kita bekerja bersamaan dalam arena doa yang kita panjatkan; roh, jiwa dan tubuh menjadi satu kesatuan yang utuh dan tidak terpecah-pecah, sebab "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan." (Matius 12:25).

Selain itu, faktor utama yang membuat doa seseorang dijawab Tuhan adalah apabila ia hidup dalam kebenaran: "Doa orang yang benar,"

Berdoa dengan yakin, di mana roh, tubuh dan jiwa menjadi satu-kesatuan, serta hidup dalam ketaatan, adalah kunci mendapatkan jawaban dari Tuhan. Ada tertulis: "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." Yohanes 15:7).

Doa orang benar teramat dahsyat!

RENUNGAN ALKITAB - Karena Urapan dan Penyertaan Tuhan

Bacaan: 1 Samuel 16:23*

Saat menggembalakan domba-dombanya di padang belantara, Daud memiliki banyak waktu merenungkan banyak hal: kebaikan Tuhan, pertolongan dan juga penyertaanNya yang ajaib. Saat-saat itu pula Daud menaikkan pujian dan nyanyian syukur kepada Tuhan dengan iringan kecapi yang ia mainkan.

Berita tentang kemahiran Daud memainkan kecapi terdengar di mana-mana, bahkan sampai di istana raja Saul. Ketika Raja Saul diganggu roh jahat, orang-orangnya di istana berusaha mencari cara bagaimana supaya roh jahat itu menjauh dan tidak mengganggu sang raja.

Para hamba menyarankan agar Saul segera mencari orang yang pandai memainkan kecapi supaya ia merasa nyaman. Salah satu dari mereka pun berkata, "...salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia." (ayat 18).

Akhirnya "...Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya." (ayat 21a, 23).

Apa istimewanya kecapi Daud? Apakah karena kecapinya dirancang khusus dan berharga mahal?

Bukan! Bukan kualitas kecapinya sehingga roh jahat pergi, tetapi tergantung siapa yang memainkannya.

Daud, selain sangat ahli memainkan kecapi, kehidupannya di urapi Tuhan. Itulah kunci utama mengapa permainan kecapi Daud penuh kuasa dan mampu mengalahkan roh jahat. Ada kekuatan yang menyertai Daud.

Untuk mengalami kuasa dan penyertaan Tuhan seperti Daud ini tidaklah mudah. Ini adalah hasil dari *keintiman* Daud dengan Tuhan.

Daud selalu berusaha agar hidupnya senantiasa menyenangkan hati Tuhan. Dan saat seseorang bergaul karib dengan Tuhan inilah saat Ia mengimpartasikan urapan dan kuasaNya.

Bila hidup kita dipenuhi Roh Tuhan, di mana pun kita berada, selalu membawa dampak positif!

Penyesalan

Bacaan: Ibrani 12:17
Kejadian 25: 29-34

Kita pasti pernah mendengar orang berkata, 
 "Seandainya aku dulu rajin menabung pasti bisa membayar sewar rumah dan tidak berkekurangan seperti ini."; "Seandainya waktu dapat diputar kembali aku tidak akan membuat kesalahan yang sama." dan semacamnya.

ATAU! bisa juga
Menyesal sehari nasi jadi bubur
Menyesal Sebulan Potong rambut 
Menyesal Setahun tidak naik kelas / kuliah
Menyesal Seumur hidup salah cari pasangan 
Menyesal Selama2 nya salah memilih Tuhan

Kata seadainya di sini jelas mengandung unsur penyesalan dalam diri seseorang. Kita boleh menyesali apa yang telah berlalu, namun kenyataannya waktu terus berjalan maju, tidak mundur.

Walaupun kita berusaha dengan mencucurkan air mata, bahkan air mata darah sekalipun, kita tidak akan pernah mampu memaksa waktu diputar kembali. Kini yang ada hanyalah rasa penyesalan. "Nasi sudah menjadi bubur"!

Rasa penyesalan yang dalam ini juga dialami Esau. Ia telah menjual hak kesulungannya kepada Yakub hanya demi semangkuk sup merah. Akibatnya Esau harus kehilangan berkat yang seharusnya menjadi miliknya; ia tidak hanya kehilangan kesempatan/peluang, tapi juga tidak lagi beroleh kesempatan memperbaiki kesalahannya. Jangankan menarik kembali hak kesulungannya, untuk mendapat berkat yang tersisa saja tidak ada lagi kesempatan!

Dalam hati Esau pasti terbersit pikiran ini: "Seandainya dulu aku bisa menahan laparku dan tidak pernah menjual hak kesulunganku kepada Yakub, maka tidak akan seperti ini." Esau telah kehilangan hak kesulungannya karena ia memandang rendah hak kesulungan itu demi memuaskan keinginan dagingnya.

Sebagai anak-anakNya kita berhak mewarisi janji-janji Tuhan (berkat Nya), namun untuk melangkah menuju berkat itu ada harga yang harus kita bayar; kita harus menjaga hidup agar tetap berjalan dalam kehendak Tuhan.

Tanpa penyangkalan diri dan pikul salib kita akan kehilangan hak kesulungan kita yaitu berkat-berkat Tuhan. Oleh sebab itu mari kita gunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin yaitu hidup dalam pimpinan Roh Kudus, bukan memuaskan keinginan daging.

Jangan tunda-tudan lagi sebelum semuanya terlambat. Penyesalan tiada guna!

RENUNGAN ALKITAB - WAKTU BERHARGA BERSEKUTU DENGAN TUHAN

Bacaan: Mazmur 84:11

Waktu adalah sesuatu yang terus melaju, tak bisa dihentikan dan tidak akan kembali lagi. "You may delay, but time will not."

Karena itu banyak orang berusaha untuk mengabadikan momen-momen tertentu yang dianggapnya paling berkesan dalam hidupnya dalam bentuk video atau foto: pernikahan, bulan madu, ulang tahun anak, berwisata dengan keluarga, reuni sekolah atau kumpul dengan para sahabat atau teman lama. Waktu-waktu seperti itu sungguh sangat terkesan dan berharga sekali!

Orang percaya yang menyadari bahwa waktu itu sangat berharga pasti akan mempergunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin, tidak menyia-nyiakan begitu saja. "...perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif," (Efesus 5:15).

Jika menyadari bahwa hidup di dunia terbatas waktunya hendaklah ini mendorong kita semakin giat mengerjakan perkara-perkara rohani.

Bagi Daud, waktu yang sangat berharga adalah ketika ia bersekutu dengan Tuhan. Bersekutu dengan Tuhan itu bukan hanya saat beribadah di gereja saja, tetapi di mana pun kita berada.

Karena ada banyak orang yang datang ke gereja, tetapi hati dan pikirannya tidak tertuju kepada Tuhan; ketika firman Tuhan disampaikan mereka asyik sendiri dengan ponsel masing-masing: SMS-an, update status, whatsapps-an, sibuk bisnis online, upload foto di instagram dan sebagainya.

Itu bukti bahwa orang datang ke gereja tidak sepenuhnya untuk beribadah kepada Tuhan dan merindukan hadirat-Nya, tapi hanya sebatas aktivitas agamawi yang dilakukan secara rutin.

Semua orang diperhadapkan pada waktu yang sama, yaitu 24 jam sehari. Bagaimana cara kita bisa menjadikan waktu tersebut berharga?

Daud, seorang raja yang memiliki agenda kerja yang padat, masih mampu membangun kekariban dengan Tuhan, bahkan bagi dia yang lebih berharga bukan saat ia berada di istananya yang megah dengan fasilitas mewahnya, tetapi ketika ia berada di Bait Tuhan.

"... itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya." Mazmur 27:4

RENUNGAN ALKITAB - TUHAN KITA BERKUASA

Bacaan: Mazmur 103:19

Kita patut berbangga karena kita memiliki Tuhan yang hidup dan berkuasa. Perihal kemahakuasaan Nya dapat kita pelajari dalam Alkitab.

Maka kita harus senantiasa menyukai firman Nya dan merenungkan itu siang dmalam sehingga kita makin mengerti bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi di luar pengetahuan dan kontrol Tuhan, bahkan "...tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang." (Lukas 21:18).

Tidak ada alasan bagi kita untuk takut, kuatir dan putus asa menghadapi hari esok. Alkitab juga menulis: "Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit." (Lukas 12:6-7).

Seringkali kita berpikir bahwa hal buruk yang terjadi dalam hidup kita tidak dapat dikendalikan dan dihentikan sehingga kekuatiran dan kecemasan selalu menguasai hati dan pikiran kita hari lepas hari.

Ada beberapa kebenaran tentang Tuhan kita yang berkuasa:
1. Tuhan itu Mahahadir. Daud berkata, "Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?" (Mazmur 139:7). Tidak ada tempat di mana Tuhan tidak dapat hadir. Di saat kita merasa sendirian dan orang lain tidak ada yang menghiraukan kita, Dia hadir dan sesungguhnya berada di dekat kita.

2. Tuhan mengetahui segala sesuatu, seperti tertulis "TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi." (Mazmur 33:13-14).

Dia sangat mengetahui keadaan kita, seburuk apa pun itu: saat dalam kesusahan, sakit-penyakit atau beban yang berat. Itulah sebabnya jangan sekali-kali menganggap Tuhan tidak pernah peduli terhadap kita, apalagi sampai menyalahkan Tuhan.

Bukankah ini sering kita lakukan? Mengapa kita harus kuatir? Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi Dia yang memegang masa depan; Dia mengetahui apa yang akan terjadi; Dia tahu segala kebutuhan hidup kita. Adakah sesuatu yang mustahil bagi Nya?

"Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala seuatu mungkin." Matius 19:26

RENUNGAN ALKITAB - JANGAN PIKIRKAN CARA TUHAN

Bacaan: Lukas 12:29

Ketika sedang mengalami kesulitan ekonomi, seringkali timbul pertanyaan di dalam hati: "Sanggupkah Tuhan menolongku? Bagaimana cara Tuhan memenuhi kebutuhanku?"

Bagaimana cara Tuhan menolong dan memenuhi kebutuhan kita adalah urusan Tuhan sendiri, sedangkan bagian kita adalah memercayai Tuhan dan janji firman-Nya.

Jangan sekali-kali kita terpaku pada situasi dan kondisi alamiah yang terlihat secara mata jasmani atau terpengaruh omongan orang lain. Jika kita tenggelam pada masalah yang ada dan menyondongkan telinga kepada omongan orang lain, maka sesuatu yang buruk dan jelek itulah yang terbayang di benak dan pikiran kita.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang tidak pernah berubah, Ia tetap sama, dahulu, sekarang dan selamanya. Hanya Tuhan dan firman-Nya saja yang tak pernah berubah, "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Matius 24:35). Karena Tuhan yang mengatakan hal ini maka kita harus percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan memegang teguh janji firman-Nya.

Para wanita membayangkan sesuatu yang buruk terjadi kepada Kristus ketika mendapati batu penutup kubur Kristus telah terguling, padahal pagi itu mereka hendak meminyaki tubuh Kristus dengan rempah-rempah.

Melihat hal itu segeralah mereka berlari mendapatkan Petrus dan murid-murid yang lain. "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." (Yohanes 20:2b).

Mereka menduga bahwa tubuh Kristus telah dicuri orang, padahal Kristus telah bangkit dari kematian-Nya. Melihat kubur kosong mereka pun langsung panik dan diliputi kekuatiran karena mereka belum mengerti kebenaran ini: "Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati." (Yohanes 20:9).

Kunci mengalami pertolongan Tuhan adalah percaya dan tidak bimbang, "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin." (Yakobus 1:6). Orang yang bimbang takkan beroleh apa-apa dari Tuhan.

Tuhan tak pernah kehabisan cara untuk menolong kita, percayalah itu!

RENUNGAN ALKITAB - TAK ADA YANG DISEMBUNYIKAN

Bacaan: Mazmur 17:8

Tak semua orang punya keberanian untuk berkata kepada Tuhan: "Peliharalah aku seperti biji mata..." (ayat nas), selain mereka yang memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan, seperti Daud. 

Orang yang tinggal dekat Tuhan dan bergaul karib dengan-Nya pasti tidak akan menyembunyikan sesuatu apa pun di hadapan Tuhan. 

Tanda bahwa Daud punya hubungan yang karib dengan Tuhan adalah selalu mengijinkan Tuhan untuk mengoreksi dan menyelidiki hidupnya, karena sadar bahwa tak ada sesuatu pun yang tersembunyi di hadapan-Nya: 

"...Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:13-14) dan "mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." (Mazmur 139:16).

Daud tidak takut diselidiki keadaan hatinya, siap untuk diuji, dikenal pikirannya, dikoreksi langkah hidupnya oleh Tuhan: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Mazmur 139:23-24). 

Jika kita menyadari bahwa kehidupan manusia itu terbuka di hadapan Tuhan dan tidak ada yang bisa ditutup-tutupi dan disembunyikan, seharusnya mendorong kita untuk berlaku seperti orang arif, bukan seperti orang bebal (Efesus 5:15). 

Adalah sia-sia menyembunyikan sekecil apa pun kesalahan daripada-Nya, karena semuanya terbuka dan telanjang di hadapan Tuhan: "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab." (Ibrani 4:13). 

Bila kita sudah membuat kesalahan terhadap Tuhan, katakan dengan jujur kepada Roh Kudus dan mohon kepada-Nya untuk meluruskan jalan kita, "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;" (Yohanes 16:13). 

Karena itu, kita perlu membuka hati selebar-lebarnya untuk dikoreksi dan diselidiki Tuhan.

RENUNGAN ALKITAB - BERSEKUTU DENGAN ROH KUDUS


Bacaan: Kisah 5:32

Kehidupan rohani orang Kristen yang benar pasti mengalami pertumbuhan (tidak stagnan), makin hari makin bertumbuh dewasa.

Itulah yang dikehendaki Tuhan. Untuk mencapai kedewasaan rohani tidak dapat kita upayakan dengan kekuatan sendiri, mau tidak mau kita harus melibatkan Roh Kudus dalam seluruh aspek kehidupan kita.

Alkitab banyak sekali menceritakan tokoh-tokoh yang mengalami dan melakukan perkara-perkara yang luar biasa oleh karena penyertaan Roh Kudus. Saat ini Allah memberikan Roh Kudus kepada kita sebagai Pribadi yang senantiasa menyertai dan menolong kehidupan orang percaya.

Tuhan juga hendak memakai setiap kita dengan luar biasa sesuai dengan rencanaNya, asalkan kita mau membuka hati dan bersekutu dengan Roh Kudus.

Namun masih banyak anak Tuhan yang tidak menyadari kehadiran Roh Kudus, bahkan tidak mengijinkan Roh Kudus masuk dalam kehidupannya. Jangankan bersekutu dengan Roh Kudus, kesadaran untuk bersekutu dengan Tuhan pun sudah tidak ada lagi.

Maka tidaklah mengherankan bila mereka tidak pernah mengalami terobosan baru, hidupnya biasa-biasa saja, monoton, jatuh bangun dalam dosa dan tidak punya 'nilai lebih'. Apabila kita ingin mendapatkan kasih karunia Allah dan berkemangan dalam hidup, firman Tuhan mengajarkan agar kita membangun persekutuan dengan Roh Kudus.

Tuhan ingin agar kita bersahabat dengan Roh Kudus. Menjadi sahabat berarti selalu berjalan bersama-sama dalam segala hal di setiap waktu, bukan hanya dalam hal-hal tertentu atau saat-saat tertentu saja.

Selain itu kita harus menjadikan Roh Kudus rekan sekerja; artinya kita melibatkan Roh Kudus dalam segala hal agar Ia menuntun dan menolong kita dalam mengamil setaip keputusan, baik bagi diri kita sendiri maupun di dalam pekerjaan dan pelayanan kita.

Petrus dalam pelayanannya senantiasa melibatkan Roh Kudus dan mengakui bahwa Roh Kudus adalah rekan sekerjanya. Tanpa penyertaan Roh Kudus dia tidak akan memiliki keberanian saat dihadapkan pada Mahkamah Agama.

Karena 'kedekatannya' dengan Roh Kudus, hidup Petrus menjadi kesaksian bagi dunia.

RENUNGAN ALKITAB - MEMPEROLEH BERKAT LEBIH


Bacaan: 1 Korintus 2:9

Dari ayat nas di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan. Bahkan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tidak pernah timbul di dalam hati kita, itu yang disediakan Tuhan bagi orang percaya.

Tuhan berkata kepada Salomo, "Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja." (1 Raja-Raja 3:13).

Mengapa Salomo mendapatkan berkat lebih dari Tuhan?

1. Ia memiliki kerendahan hati, berani mengakui kekurangan dan kelemahannya. Salomo berkata, "...ya Tuhan, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman." (1 Raja-Raja 3:7).

Tidak mudah menemukan orang yang rendah hati. Sebaliknya banyak sekali ditemukan orang yang cenderung mengatakan: dirinya lebih hebat, lebih pintar dari orang lain; gerejanya tidak akan maju jika ia tidak melayani di situ; perusahaan tempatnya bekerja tidak akan menjadi besar dan berkembang tanpa dia dan sebagainya. Bukankah sikap seperti ini menunjukkan bahwa kita ini sombong?

Firman Tuhan mengatakan, "Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan;" (Yesaya 2:11a). Orang yang sombong adalah lawan Allah (Yesaya 2:12). Oleh karena itu "...rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya." (1 Petrus 5:6). Tuhan kita adalah Tuhan yang besar, dan bagi Dia tidak sulit untuk memberkati kita.

2. Ia hidup sesuai dengan jalan yang Tuhan tunjukkan (baca 1 Raja-Raja 3:14). Dengan hikmat itu Tuhan memerintahkan Salomo untuk hidup dalam ketaatan. Artinya kalau sudah menerima apa yang kita doakan, gunakan itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Waktu, tenaga, talenta yang Tuhan berikan hendaknya kita maksimalkan untuk Dia.

"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai." Mazmur 5:13

RENUNGAN ALKITAB - TAK PERLU IRI MELIHAT ORANG FASIK

Bacaan: Mazmur 37:7

Melihat orang fasik berhasil dalam hidupnya dan tinggal dalam kenyamanan, sedikit banyak pasti timbul pertanyaan dan juga rasa kesal, marah dan iri. "Mengapa orang fasik hidupnya serasa mujur dan tak punya masalah, sedangkan aku yang mengikuti Tuhan dengan sungguh-sungguh seringkali malang?"

Perhatikan firman Tuhan ini: "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan." (Mazmur 37:8).

Jangan sekali-kali menganggap Tuhan itu tidak adil, lalu kita memrotes Dia. Apa yang dinikmati oleh orang fasik itu sifatnya hanya sementara, dan perbuatannya yang fasik akan mendatangkan jerat bagi mereka sendiri. "Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi." (Mazmur 37:10). Tak perlu marah dan iri terhadap mereka.

Sebagai anak-anak Tuhan kita berhak menikmati berkat-berkat Tuhan asalkan kita tetap sabar dan berdiam diri menanti-nantikan Dia, bukan terus mengomel, bersungut-sungut dan mengeluh, sebab "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya..." (Pengkhotbah 3:11a).

Firman Tuhan memerintahkan kita untuk berhenti marah dan meninggalkan panas hati, karena kemarahan dan panas hati justru akan memunculkan pikiran dan niat yang jahat. Tak perlu merasa iri kepada orang-orang yang berlaku jahat atau berlaku curang, "sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau." (Mazmur 37:2).

Bagaimana seharusnya orang percaya bersikap? "Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;" (Mazmur 37:3-5).

Jalan terbaik mencapai keberhasilan hidup ialah bertekun mengerjakan bagian kita, sesulit apa pun keadaannya, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." (Amsal 14:23).

"TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;" Mazmur 37:18

RENUNGAN ALKITAB - BERTANDINGLAH SESUAI DENGAN ATURAN

Bacaan: 1 Korintus 9:24

Banyak orang Kristen tak menyadari bahwa perjalanan hidup kita dalam mengiring Kristus itu ibarat sebuah pertandingan iman.

Untuk memperoleh kemenangan dalam suatu pertandingan setiap peserta harus fokus pada tujuan atau garis finis. Selain itu, dalam pertandingan iman setiap peserta harus menaati aturan-aturan pertandingan, bila melanggar pasti akan didiskualifikasi. Aturan itu adalah firman Tuhan.

Jadi, setiap kita harus taat kepada firman Tuhan. "Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi." (1 Timotius 6:12).

Karena setiap hari adalah sebuah pertandingan iman, maka kita harus beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan melayani Dia dengan roh yang menyala-nyala, sebab kita harus berlomba sampai garis akhir untuk memenuhi rencana Tuhan dalam hidup kita, sebagaimana yang Rasul Paulus teladankan: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya." (2 Timotius 4:7-8).

Dalam pertandingan iman ini setiap pemenang akan memperoleh mahkota yang kekal, bukan mahkota fana, seperti yang diraih oleh para olahragawan dunia. Maka dari itu, kita berjuang sedemikian rupa demi meraih kemenangan dan mendapatkan mahkota kekal itu.

Ingat! Kita tidak dapat bertanding dengan maksimal bila kita masih memikul beban dan menyimpan dosa. Beban harus ditanggalkan dan dosa harus dibereskan! Jika tidak, hal itu akan merintangi langkah kita dalam berlari menuju garis akhir.

"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1).

Waktu Tuhan sudah teramat dekat, jangan sampai kita kalah dalam pertandingan

RENUNGAN ALKITAB - JANGAN TAKUT BERMIMPI

Bacaan: Yesaya 54:3

Ada kalimat bijak menyatakan bahwa ketidakmampuan seseorang dalam meraih segala impian bukanlah karena faktor ekonomi, keterbatasan dalam pendidikan, ataupun status dirinya sendiri, melainkan dari ketidakmauannya untuk mewujudkan segala impian tersebut.

Karena itu, jangan pernah takut untuk bermimpi atau punya impian besar! Dengan memiliki impian, orang akan termotivasi dan terdorong untuk berjuang dan berusaha sedemikian rupa mewujudkannya. Kita semua tahu bahwa impian takkan menjadi kenyataan tanpa usaha dan kerja keras.

Punya mimpi besar bukanlah kesombongan! Alkitab menyatakan bahwa dalam segala perkara Tuhan turut bekerja (Roma 8:28) dan Dia punya rencana besar bagi kehidupan anak-anak-Nya.

Contoh: keberhasilan Yusuf menjadi penguasa di Mesir diawali dari sebuah mimpi besar, meski ia harus melewati proses yang begitu panjang, penuh liku, dan sangat menyakitkan. Tidak ada perkara yang mustahil bagi orang percaya, asalkan kita tetap hidup di jalan Tuhan.

Tuhan berkata, "...sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi." (Matius 21:21).

Perhatikan! Pohon akan tumbuh sesuai dengan ukuran tempatnya: jika pohon ditanam di area yang luas, maka pohon itu akan bertumbuh besar. Sebaliknya, jika pohon itu hanya ditanam di sebuah pot yang ukurannya kecil, pertumbuhannya pun akan terhambat dan terbatas.

Oleh karena itu miliki keberanian untuk membayar harga: berkorban waktu, tenaga, ketekunan, kesetiaan, dan sebagainya. Waktu terus berjalan! Jangan pernah menyia-nyiakan hal sekecil apa pun yang ada di depan mata: "...panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!" (Yesaya 54:2).

Tali tanggung jawab, tali kejujuran, tali ketekunan, tali kesetiaan dan sebagainya harus semakin diperpanjang, serta diikatkan pada patok yang sangat kuat. Patok itu adalah Tuhan, Gunung Batu yang teguh.

Ada harga yang harus dibayar untuk mewujudkan segala mimpi besar!

RENUNGAN ALKITAB - AKIBAT KEANGKUHAN

"Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah firman TUHAN." Obaja 4

Nama Obaja berarti pelayan Allah. Ia mendapatkan penglihatan dari Tuhan tentang keberadaan bangsa Edom. Obaja mendengar kabar dari Tuhan bahwa Dia telah mengirim seorang utusan untuk datang ke tengah-tengah bangsa tersebut dengan tujuan untuk memeranginya.

Mengapa demikian? Edom secara geografis merupakan negeri yang sangat strategis, kuat, terlindung, sehingga bangsa lain tidak mudah menyerangnya. Karena merasa 'di atas angin' inilah bangsa Edom menjadi angkuh.

Orang-rang Edom sangat membanggakan dirinya dan berpikir tak kan ada bangsa lain yang mampu menandingi dan mengalahkannya, seperti tertulis, "Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: 'Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?'" (ayat 3).

Mereka lupa satu hal: "Allah menentang orang yang congkak,..." (Yakobus 4:6b).
Suatu bangsa bisa menjadi besar, kuat dan juga berlimpah dengan kekayaan alam (makmur) adalah karena campur tangan Tuhan. Bila mengandalkan kekuatan sendiri mustahil hal itu terwujud. Jadi yang berkuasa meninggikan atau mengangkat suat bansa adalah Tuhan saja.

Pemazmur berkata, "tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" (Mazmur 118:16), dan "...direndahkanNya yang satu dan ditinggikanNya yang lain." (Mazmur 75:8b).

Begitu juga kehidupan kita. Keberhasilan, karir yang menanjak, studi yang berhasil datau harta kekayaan kita adalah anugerah Tuhan saja. Tidak seharusnya kita membanggakan diri dan menjadi angkuh. Ingat! "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan." (Amsal 16:18).

Jika bukan Tuhan tak mungkin kita dapat mempertahankan keadaan kita. Yang kita miliki hari ini belum tentu esok masih ada. Tanpa Tuhan kekayaan dan kejayaan dengan sekejap dapat lenyap.

"Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya." 1 Petrus 5:6

RENUNGAN ALKITAB - GEREJA YANG MEMPERSATUKAN

Bacaan: Efesus 4:3-4

Bila kita renungkan keberadaan gereja kita, di mana kita biasa bersekutu dan beribadah bersama, sangatlah mengherankan karena ternyata masing-masing kita memiliki latar belakang yang begitu berbeda: keluarga kita berbeda, warna kulit, asal-usul (suku), profesi, pendidikan dan juga hobi atau kesenangan kita, namun kita bisa berkumpul dan dipersatukan dalam satu ikatan keluarga Kerajaan Allah.

Ternyata oleh karena darah Kristus dan Injil kita menjadi satu kesatuan: satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, dan satu Allah dan Bapa (ayat 4-6), sehingga kita "...bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah," (Efesus 2:19).

Kini tugas kita adalah mempertahankan persatuan dan kesatuan di antara jemaat agar gereja tetap menjadi tempat yang hangat. Hal intu akan terwujud apabila tiap jemaat memiliki kesadaran akan dirinya. Tidak perlu ada bujukan dan paksaan karena semua orang akan senang dan bersedia memainkan peranan aktif dalam kehidupan bergeraja.

Ketika jemaat menyadari bahwa mereka bukanlah tamu atau orang asing, melainkan kawan sewarga dalam keluarga Allah, tidak perlu adanya rayuan untuk mengajak terlibat dan aktivitas gereja. Ini merupakan 'bahan baku' terbentuknya gereja yang hangat.

Adalah perlu belajar dari kehidupan jemaat gereja mula-mula: "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah" (Kisah 2:46-47a).

Lebih-lebih para pemimpin Gereja harus memberikan teladan dan contoh yang baik, karena "perbuatan berbicara lebih keras daripada perkataan", apalagi kondisi tiap-tiap jemaat berbeda: ada yang kaya atau miskin. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kasih tanpa pandang bulu bukan dalam ucapan saja, tetapi dalam perbuatan nyata.

Akhirnya, gereja bisa menjadi kesaksian dan juga sarana yang efektif untuk menjangkau jiwa-jiwa!

RENUNGAN ALKITAB - TUHAN LEBIH DARI SEGALANYA

"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." Lukas 14:26

Kita harus benar-benar memahami apa yang firman Tuhan maksudkan, sebab jika tidak, ada kemungkinan kita akan salah mengerti.

Yang dimaksudkan oleh ayat nas di atas bukan berarti setiap orang yang mengikut Kristus harus membenci orang-orang yang dikasihinya. Bukankah Kristus sendiri mengajarkan kita untuk mengasihi saudara dan sesama, termasuk mengasihi musuh?

Mari kita perhatikan pernyataan Kristus di ayat lain: "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku."(Matius 10:37).

Jelas sekali bahwa Kristus memberikan penegasan kalau kita mengasihi orang-orang yang kita kasihi itu lebih daripada kasih kita kepada-Nya, inilah yang tidak berkenan kepada Tuhan. Firman Tuhan menegaskan: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama."(Matius 22:37-38).

Setelah itu, "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."(Matius 22:39). Karena Kristus adalah Tuhan segala tuan dan Raja segala raja, maka Dia patut dan berhak untuk mendapatkan tempat yang tertinggi, terutama, dan teristimewa di dalam hati, lebih dari siapa pun juga.

Daud pun mengakui, "Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala."(1 Tawarikh 29:11).

Adakah yang melebihi Tuhan? Maka atas dasar inilah kita harus menempatkan Tuhan sebagai yang terutama dan mengasihi Dia lebih dari apa pun dan siapa pun.

Dalam kehidupan banyak orang Kristen yang menempatkan Tuhan sebagai nomor sekian dalam hidup, karena mereka lebih mengutamakan harta, bisnis, dan sebagainya.

Kasihilah Tuhan lebih dari apapun

RENUNGAN ALKITAB - BERDOA SECARA EFEKTIF

Bacaan: Filipi 4:8

Mari kita belajar seperti Paulus, di mana ia "...tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan," (2 Korintus 4:18), dan "...hidup karena percaya, bukan karena melihat." (2 Korintus 5:7). Jangan biarkan Iblis menyerang pikiran dan hati kita dengan menanamkan benih-benih keraguan dan kebimbangan.

Semua hal yang negatif: keraguan, kebimbangan, kekuatiran, ketakutan dan sebagainya berasal dari Iblis. Karena itu kita harus melawan Iblis agar ia "...lari dari padamu!" (Yakobus 4:7).

Kita harus berjaga-jaga terhadap setiap pikiran negatif yang menyerang supaya tidak memasuki pikiran kita karena, selama kita masih bimbang, ragu dan kuatir, doa-doa kita takkan ada faedahnya.

Ketika kita berdoa kepada Tuhan, lalu di tengah jalan timbul rasa bimbang dan ragu di dalam pikiran dan hati kita, berarti kita sedang berputar haluan yaitu berpaling dari Tuhan dan membatalkan doa kita sendiri. Maka dari itu, "Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.

Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka." (Amsal 4:20-22). Buanglah semua pikiran negatif yang tidak mendukung iman kita. Sebaliknya arahkan hati dan pikiran kita kepada firman Tuhan, maka pada saatnya Dia akan menggenapi firmanNya.

Bagaimana supaya firman Tuhan tergenapi dalam kehidupan kita? Jika firman itu dekat dengan kita, kita akan memiliki dasar yang kuat untuk mengalami penggenapan janji Tuhan. Tetapi bila firman Tuhan itu jauh dari kita, janji-janjiNya juga semakin menjauh dari kehidupan kita karena Tuhan bekerja dan berkarya melalui firmanNya (baca Yesaya 55:11); dan jika kita setia terhadap firmanNya, Tuhan pun akan setia terhadap kita.

Mantapkan iman percaya kita dalam menyatakan permohonan kepada Tuhan, serta renungkan firmanNya yang menjanjikan jawaban sesuai kebutuhan kita; pada saat yang tepat, pertolongan Tuhan pasti nyata atas kita!

RENUNGAN ALKITAB - PENCOBAAN SEBAGAI WARNA KEHIDUPAN

Bacaan: Yakobus 1:12

Mendengar kata 'pencobaan' yang terbayang di pikiran kita adalah sesuatu yang dirasa berat, tidak mengenakkan, sangat menyakitkan, dan memaksa kita untuk berjuang.

Sebagai orang percaya kita tak perlu takut bila harus menghadapi berbagai pencobaan, sebab firman Tuhan sudah menegaskan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami itu tidak akan melebihi kekuatan kita: "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13).

Berdasarkan ayat ini ada tiga karakteristik pencobaan yaitu: biasa, tidak melebihi kekuatan dan selalu ada jalan keluarnya.

Yakobus menasihati kita untuk tetap berbahagia sekalipun berada dalam pencobaan. Bagaimana bisa? Umumnya orang akan berbahagia bila ia dalam keadaan baik dan terbebas dari masalah dan kesulitan, bukan orang yang sedang dalam pencobaan.

Ayat nas di atas jangan hanya dibaca sepenggal, karena masih ada kelanjutannya yaitu: "...ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (ayat nas).

Saat dalam pencobaan kita berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita dan tidak lagi memedulikan kita. Padahal bila kita mau merenung sejenak, ada hikmah di balik pencobaan, yaitu Tuhan sedang menuntun kita untuk semakin mendekat kepada-Nya dan mengajar kita untuk mengerti kehendak-Nya.

Berbahagialah dan bersyukurlah bila kita dalam pencobaan, itu artinya Tuhan sedang memusatkan perhatian-Nya kepada kita dan merancang hal-hal yang besar atas hidup kita.

Karena itu tetaplah bersandar dan percaya penuh kepada kehendak dan rencana Tuhan, karena kehendak dan rencana-Nya tidak pernah gagal dan selalu yang terbaik untuk hidup kita. Melalui pencobaan Tuhan sedang 'membersihkan' kita seperti ranting-ranting, supaya dapat berbuah lebih lebat lagi (Yohanes 15:2).

Di balik pencobaan yang kita alami, Tuhan selalu punya rencana yang baik!

RENUNGAN ALKITAB - PUNYA KEBERANIAN DAN KEKUATAN

Bacaan:1 Korintus 16:13

Laki-laki selalu diidentikkan dengan pribadi yang punya keberanian dan kekuatan. Karena itulah rasul Paulus menyerukan agar orang percaya bersikap sebagai laki-laki. Seruan Paulus ini bukan semata-mata ditujukkan kepada kaum lelaki saja, tapi semua orang percaya, tanpa membedakan jenis kelamin.

Sisi positif yang bisa dipelajari dari laki-laki yang patut diterapkan dalam kehidupan rohani adalah keberaniannya. Pengertian 'berani' di sini adalah sikap hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi tantangan dan kesulitan; berani juga berarti tidak takut, tidak gentar dan tidak kecut hati.

Orang percaya adalah prajurit-prajuritnya Kristus dan hidup ini adalah medan peperangan rohani, "perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."(Efesus 6:12).

Kalau kita takut, gentar dan kecut hati sebelum berperang, kita tidak akan pernah melihat kemenangan. Bangsa Israel mengalami ketakutan saat melihat "orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka" (Keluaran 14:9), tapi Musa menguatkan mereka, "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya." (Keluaran 14:13).

Kepada Salomo, yang hendak menerima tongkat estafet kepemimpinan, Daud pun berpesan, "kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki." (1 Raja-Raja 2:2).

Laki-laki identik dengan fisik yang kuat, punya kekuatan. Kuat berarti punya daya tahan, tak mudah patah, tak mudah terpengaruh, teguh dalam pendirian. Orang percaya hendaknya kuat berdiri dan mampu bertahan sekalipun berada di tengah goncangan dunia ini. Kita dituntut punya pendirian yang kuat dan tak mudah berkompromi, "hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya." (Efesus 6:10).

Kita tidak akan takut dan tetap kuat bila kita selalu berjalan bersama Tuhan dan hidup mengandalkan Dia.

RENUNGAN ALKITAB - PENUHI HARI-HARIMU DENGAN PUJIAN


Bacaan: Mazmur 145:2

Orang Kristen duniawi adalah orang Kristen yang berjalan di bawah kendali pancaindranya, alias hidup menurut apa yang dilihatnya secara kasat mata, bukan karena iman percaya.

Karena kondisi hatinya sangat ditentukan oleh situasi atau keadaan, maka ia tidak memiliki kehidupan pujian dalam kesehariannya.Tak mengherankan bila ia jarang sekali dan tidak terbiasa memuji-muji Tuhan setiap waktu... kalaupun ada pujian keluar dari bibirnya hanyalah terjadi saat berada di dalam gedung gereja, saat ibadah berlangsung.

Jangan anggap remeh puji-pujian bagi Tuhan karena ada kuasa di dalamnya!
Puji-pujian seharusnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup orang percaya, sebab pujian adalah pintu gerbang utama untuk kita masuk ke dalam hadirat Tuhan.

"Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." (Mazmur 100:4-5).

Sejak dari semula Tuhan menciptakan manusia untuk bersekutu dengan-Nya, untuk memuji dan meninggikan kebesaran-Nya. Namun dalam praktik hidup sehari-hari banyak orang Kristen jarang sekali membalas kebaikan dan kasih Tuhan,

Sebaliknya kita membalas kasih dan kebaikan Tuhan, dengan pemberontakan dan ketidaktaatan. Tapi begitu terjepit masalah, dengan secepat kilat kita mencari Tuhan, berseru-seru kepada-Nya dan bahkan langsung menyalahkan Tuhan.

Seperti halnya bangsa Israel, sekalipun mereka mengalami banyak pertolongan dan mujizat dari Tuhan, bukan puji-pujian yang keluar dari mulut mereka, melainkan keluhan dan sungut-sungut. Semakin kita mengeluh dan bersungut-sungut kepada Tuhan semakin kita menghalangi kuasa Tuhan bekerja, semakin kita menutup rapat-rapat pintu berkat bagi kita sendiri.

Padahal pujian adalah ekspresi dari iman kita kepada Tuhan dan Tuhan sangat tergerak hati saat mendengar pujian yang dinaikkan ke hadirat-Nya,"...Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel."(Mazmur 22:4).

Jangan anggap remeh puji-pujian bagi Tuhan karena ada kuasa di dalamnya!

RENUNGAN ALKITAB - KUNCI KEKUATAN : PERCAYA TUHAN DAN FIRMANNYA

Bacaan: Habakuk 3:17

Adalah tidak mudah bagi kita untuk melupakan peristiwa atau kejadian-kejadian dalam hidup kita, terutama apabila peristiwa atau kejadian tersebut sempat membuat hati kita kecewa, getir, takut dan gentar.

Menginjak hari ini kita pun tak tahu lorong-lorong yang akan kita lalui dan jalani, serta peristiwa-peristiwa yang akan kita alami: adalah lorong-lorong di depan kita itu lurus ataukah semakin terjal penuh dengan batu dan onak duri.

Meski demikian kita yang memiliki Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dalam hidup kita tetap dapat mengalami sukacita dan beroleh kekuatan walaupun kenyataan yang ada begitu mencemaskan dan mengkuatirkan.

Hal inilah yang juga dialami Habakuk. Ia menghadapi masa-masa sulit dan tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi ia tetap menguatkan hatinya di dalam Tuhan sehingga masih dapat berkata, "...aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Allah Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku." (Habakuk 3:18-19).

Ada satu rahasia yang membuat habakuk sanggup mengucapkan perkataan-perkataan iman di segala situasi yaitu "...orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya." (Habakuk 2:4). Percaya kepada siapa?

Dalam Yohanes 1:12 dikatakan bahwa "...semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya;" Jadi, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3:36).

Untuk memperoleh kehidupan di dalam Tuhan Yesus kita harus percaya dan mempunyai keyakinan yang teguh akan Injil firmanNya seperti pernyataan Paulus ini, "...aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Alah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya," (Roma 1:16).

Yakinlah! Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan firmanNya tidak pernah ditinggalkan Tuhan dan aku kuat bertahan dalam menghadapi ujian!

RENUNGAN ALKITAB - MEMILIH TAAT MENUJU KEHIDUPAN

Bacaan: Kejadian 39:9b

Di masa-masa akhir seperti ini kita harus semakin meningkatkan kualitas kehidupan rohani kita. Jangan pernah 'main-main' dengan ibadah dan pelayanan kita. Kita harus membuat keputusan yang tegas: memilih untuk taat.

Kaki kita tidak bisa berdiri di antara keduanya tau jalan tengah. Ini sama artinya berkompromi! "Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." (Matius 7:13-14). Jelas sekali dari perkataan Tuhan ini: hanya ada dua jalan yaitu jalan yang sesak dan jalan yang luas.

Sekalipun kita sudah memilih jalan kehidupan yaitu jalan yang sesak, tetapi Tuhan ingin tahu kesungguhan kita dalam mengiring Dia. Karena itu jangan terkejut bila Tuhan menguji kita.

Seperti Yusuf, meski ia sudah mendapat mimpi dari Tuhan bahwa ia akan menjadi pemimpin di Mesir, tapi ia tak luput dari ujian. Saat bekerja di rumah Potifar sebagai budak, Yusuf beroleh kasih karunia dari Tuhan sehingga ia selalu berhasil dalam segala yang dikerjakannya, sehingga akhirnya ia mendapat kasih dari tuannya itu dan diberi kuasa di rumah Potifar.

Sepertinya semua berjalan tanpa masalah. Tetapi sesungguhnya Yusuf sedang dibentuk karakternya oleh Tuhan secara bertahap. Dari seorang pemuda,Yusuf kini telah bertumbuh menjadi seorang pria tampan, gagah, dengan moral yang teguh dan penyerahan diri penuh kepada Tuhan.

Keteguhan moral inilah yang membuat Yusuf berhasil lulus dari ujian ketika isteri Potifar merayunya, walaupun akibatnya ia harus meringkuk di jeruji besi sekalipun tak bersalah sama sekali (Kejadian 39:11-20). Sekarang ini pun setiap orang percaya juga diperhadapkan dengan persoalan seperti Yusuf, meski dalam versi yang berbeda. Bagaimana sikap kita? Memilih untuk berbuat dosa atau taat kepada firman Tuhan, sekalipun resikonya adalah masuk 'penjara'? Tetaplah taat, apa pun situasinya!

"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya." Wahyu 22:12

RENUNGAN ALKITAB - MASALAH DATANG TANPA DIUNDANG

"Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba." Pengkhotbah 9:12

Tak seorang pun tahu secara persis kapan masalah akan datang dan terjadi. Orang sepintar dan sehebat apa pun takkan pernah bisa memprediksi apa pun, karena masalah bisa datang sewaktu-waktu tanpa diduga dan tanpa diundang!

Tak ada yang bisa dibangga-banggakan dari apa yang kita miliki: rumah megah, mobil mewah, pangkat, tak bisa menolong dan meluputkan kita dari bencana. Karena itu Salomo menasihati, "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amal 27:1).

Hal terpenting yang harus kita lakukan di tengah situasi apa pun adalah hidup melekat kepada Tuhan, karena hanya Dialah sumber pengharapan dan sumber pertolongan kita: "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu." (Mazmur 121:1, 2, 5).

Adalah lumrah bila manusia merasa takut dan kuatir saat tertimpa masalah, namun sebagai orang percaya kita harus selalu berpegang teguh pada janji firman Tuhan! Tidak ada masalah sekecil apa pun yang kita alami, yang tak diketahui Tuhan atau terlepas dari perhatian Tuhan (Mazmur 139:1-2).

"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" (Markus 6:50b). Masalah boleh saja datang, persoalan boleh menerpa, tapi Tuhan tak pernah lepaskan tangan-Nya tuk menopang kita.

"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;" Mazmur 34:20

RENUNGAN ALKITAB - KONFLIK MELAWAN KEDAGINGAN

Bacaan Roma 7:15

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ibu-ibu rumah tangga suka sekali menyaksikan acara sinetron di televisi. Bahkan mereka sampai larut terbawa oleh alur cerita di sinetron yang ditontonnya.

Bila kita perhatikan, setiap sinetron selalu menonjolkan konflik-konflik yang acapkali memancing emosi para pemirsa. Tak bisa dipungkiri, konflik memang seringkali mewarnai kehidupan manusia setiap hari dan terjadi di segala tempat: di rumah, di kantor, di lingkungan di mana kita tinggal, dan sebagainya.

Bahkan konflik yang terjadi di kalangan para elit politik yang duduk di kursi pemerintahan sudah menjadi pemandangan yang biasa.

Dalam kehidupan rohani pun kita tak luput dari konflik. Konflik terberat yang harus dihadapi oleh setiap orang percaya adalah konflik melawan kedagingan, yaitu suatu pergumulan antara kehendak akal budi atau roh untuk menuruti kehendak Tuhan dengan perbuatan kita yang jauh dari kehendak Tuhan, bahkan berbuat dosa, "Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki." (Galatia 5:17).

Konflik ini membawa dampak dalam kehidupan kita, seperti yang rasul Paulus sampaikan: "Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup." (2 Korintus 5:4).

Tekanan yang dimaksud bukan semata-mata berbicara tentang tekanan dalam hal ekonomi atau sakit penyakit, namun lebih dari itu, yaitu tekanan karena dosa. Kita harus berusaha untuk hidup berkenan kepada Tuhan yaitu sanggup mengalahkan segala konflik dosa yang menjadi pergumulan terdahsyat dalam hidup ini.

Cara agar menang terhadap konflik ini adalah kita harus mau dipimpin oleh Roh Kudus. Bangun persekutuan yang karib dengan Tuhan setiap hari: berdoa dan merenungkan firman Tuhan, melatih kita untuk semakin peka akan suara Roh Kudus.

"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia." Kolose 2:6

RENUNGAN ALKITAB - KISAH SEORANG PERWIRA : SIKAP HATI YANG BENAR


Bacaan: Matius 8:13

Permasalah selalu datang dan menimpa siapa pu nyang ada di dunia ini tanpa memandang bulu: entah itu orang kaya, miskin, berpendidikan tinggi atau rendah, tinggal di kota, desa atau pun yang bermukim di daerah pegunungan (terpencil).

Berbagai upaya telah diusahakan oleh setiap orang untuk mencegah dan menanggulanginya, namun faktanya manusia sama sekali tak mampu mengelak dari masalah yang ada. Karena itulah manusia sangat membutuhkan pertolongan dan jalan keluar yang terbaik dari permasalahan yang menderanya.

Harus diakui bahwa kita tidak mampu mengatasi setiap permasalahan itu dengan kekuatan sendiri, apalagi berharap dan bersandar kepada sesama kita. Alkitab menyatakan, "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" (Yeremia 17:5).

Masih ada satu jalan keluar dan sumber pertolongan, asal kita mau datang kepada Juruselamat yaitu Yesus Kristus.

Ada kisah seorang perwira sedang mengalami persoalan yaitu hambanya sedang terbaring di rumah karena sakit lumpuh. Perwira itu membuat keputusan untuk datang dan meminta pertolongan kepada Yesus. Yesus pun tergerak hati Nya untuk menolong, padahal Dia tidak mengenai perwira itu sebelumnya.

Akhirnya hamba perwira itu mengalami kesembuhan. Ada 3 faktor penting yang dimiliki perwira itu sehingga Yesus memperhatikan dan menjawab permohonannya:
1. Ia memiliki kasih dan tanggung jawab terhadap hambanya yang sakit itu.

2. Ia memiliki kerendahan hati. Terbuki ketika Yesus hendak datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambahnya dia berkata, "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku," (Matius 8:8a). Tuhan sangat mengasihi orang yang rendah hati, tetapi membenci orang yang congkak.

3. Ia memiliki iman yang besar. Perwira itu mengatakan bahwa Tuhan Yesus tidak perlu datang ke rumahnya, tetap cukup sepatah kata saja yang diucapkan Tuhan akan sanggup menyembuhkan hambanya (Matius 8:8b).

Selama sikap hati kita tidak benar dan belum memiliki iman yang cukup kepada Tuhan, doa kita akan sulit beroleh jawaban!

STEFANUS MARTIR PERTAMA

Bacaan: Kisah 7:59-60

Stefanus adalah salah seorang dari tujuh diaken pilihan (Kisah 6:3-6). yang kemudian menjadi seorang pemberita Injil. Alkitab menyatakan bahwa Stefanus "...seorang yang penuh iman dan Roh Kudus," (Kisah 6:5).

Hal ini dibuktikan dengan keberaniannya menghadapi tantangan hingga meninggal sebagai martir. Kisah kematian Stefanus merupakan kisah martir yang pertama. Yang menarik dari kisah ini adalah ketika Stefanus di ambang kematian ia berdoa kepada Tuhan untuk orang-orang yang menganiaya dia.

Di dalam doa yang Stefanus serukan terkandung dua unsur penting yaitu:

1. Penyerahan diri.
Ketika Stefanus berkata, "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." (ayat nas), ini menunjukkan bahwa ia siap untuk mati. Sekalipun tubuh jasmaninya hancur karena batu-batu yang dilemparkan kepadanya, ia percaya bahwa rohnya adalah milik Tuhan. Karena itu dengan penuh iman Stefanus menyerahkan rohnya kepada Tuhan.

2. Pengampunan bagi musuh. Menghilangkan nyawa orang lain adalah kekejian di mata Tuhan, karena tidak ada seorang pun manusia yang berhak untuk menghilangkan nyawa sesamanya.

Para anggota Mahkamah Agama yang tahu hukum dan firman Tuhan justru melakukan tindakan penganiayaan terhadap Stefanus: melempari dengan batu, yang menyebabkan kematiannya. Meski demikian Stefanus menunjukkan sikap yang mulia, dalam kondisi teraniaya dan sedang meregang nyawa ia sempatkan berdoa untuk memohonkan pengampunan, "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!"

Biasanya orang yang teraniaya atau tersakiti akan menyimpan dendam kepada orang yang melakukannya. Tapi Stefanus meneladani apa yang Kristus perbuat saat Ia disalibkan, yaitu memohonkan pengampunan kepada Bapa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34). Lepaskan pengampunan dan jangan membalas jahat terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita!

"Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." Matius 10:39

RENUNGAN ALKITAB - SEMUA ORANG PERCAYA DISEBUT SAUDARA


Bacaan: Ibrani 2:11

Kehidupan kekristenan itu unik dan luar biasa, berbeda dengan agama atau kepercayaan lain. Apa uniknya?

Semua orang yang percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (pengikut Kristus) disebut bersaudara, padahal secara biologis kita lahir berbeda, tidak ada hubungan darah.

Alkitab menyatakan bahwa setiap orang percaya adalah bagian dari anggota keluarga Tuhan. "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan ...anggota-anggota keluarga Allah," (Efesus 2:19).

Melalui karya penebusan Kristus semua orang percaya dibawa ke dalam satu persekutuan dalam diri Kristus sendiri dengan Bapa, karena Kristus telah menebus kita dengan darah-Nya sendiri, artinya Ia menganggap kita saudara-Nya. "Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, kata-Nya: 'Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,' dan lagi: 'Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,' dan lagi: 'Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.'" (Ibrani 2:11-13).

Kristus, Sang Penebus dunia adalah Saudara sulung kita, seperti tertulis: "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Roma 8:29).

Karena itu Tuhan menghendaki anak-anak-Nya untuk hidup dalam kerukunan dan penuh kasih persaudaraan, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2).

Jangan sampai ada iri hati, dengki atau kebencian, yang dapat menimbulkan perpecahan! Kebencian yang tak cepat diselesaikan dapat menimbulkan 'pembunuhan' di antara saudara, seperti yang dilakukan Kain terhadap Habel, saudaranya. Panas hati adalah awal kebencian! Ketika korban persembahan Habel diindahkan Tuhan dan persembahan Kain tak diindahkan-Nya, Kain menjadi panas hati (Kejadian 4:6-7).

Sebagai saudara dan satu keluarga dalam Kristus, sepatutnya kita saling mengasihi!

RENUNGAN ALKITAB - JAMAHAN ROH KUDUS : MENGUBAH HIDUP KITA

Bacaan: Kisah 19:6

Kegerakan rohani terbesar gereja Tuhan dimulai saat Roh Kudus turun di hari Pentakosta (Kisah 2:1-13). Saat Roh Kudus melawat dan menjamah murid-murid Tuhan terjadilah terobosan baru!

Murid-murid Tuhan mengalami titik balik dalam pelayanan! Mereka melayani pekerjaan Tuhan dengan kekuatan dan semangat yang baru sehingga pelayanan mereka tidak lagi biasa-biasa saja, tapi menjadi luar biasa.

Hidup mereka menjadi berubah, semua diawali dari ketaatan mereka saat diperintahkan Tuhan untuk tidak meninggalkan Yerusalem: "...Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ..." (Kisah 1:4), sampai mereka diperlengkapi dengan kuasa Roh Kudus dari tempat yang mahatinggi.

Setelah menerima kuasa Roh Kudus barulah mereka melangkah keluar mengerjakan panggilan Tuhan sebagai pemberita Injil.

Setiap orang percaya harus memiliki pengalaman pribadi dengan Roh Kudus sebab kehidupan kekristenan tak dapat dipisahkan dari pekerjaan Roh Kudus.

Bagi orang percaya Roh Kudus disebut sebagai 'Parakletos' (Yunani) diartikan sebagai Penolong, Penghibur, Pembela. Pengertian aslinya adalah Pendamping: Pribadi yang selalu menyertai orang untuk memberikan pertolongan, khususnya dalam persidangan/pengadilan sebagai pembela!

Roh Kudus menolong kita dalam setiap kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Tanpa campur tangan Roh Kudus kita lemah dan tak punya kekuatan, sebab Roh Kudus yang ada di dalam kita "...lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." (1 Yohanes 4:4).

Tanpa penyertaan Roh Kudus kita takkan mampu menjalankan fungsi kita sebagai saksi-saksi Kristus di tengah dunia ini: "...kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8).

Di tengah dunia yang penuh problematika ini kita sangat membutuhkan Roh Kudus, Dialah yang senantiasa menghibur saat kita susah, mengingatkan kita akan penyertaan-Nya, janji-janji firman-Nya, perlindungan-Nya, sehingga kita menjadi tenang.

Tanpa Roh Kudus kehidupan kekristenan kita akan tumpul.

RENUNGAN ALKITAB - DEWASA ROHANI : WARISAN ROHANI

Bacaan: Galatia 4:1

Yang dimaksud 'akil balig' adalah orang yang telah mencapai tahap dewasa. Kata 'baligh' diambil dari kata bahasa Arab yang bisa diartikan: sampai... usia seseorang mencapai ke tahap kedewasaan.

Alkitab menyatakan bahwa orang yang belum dewasa rohani belum layak untuk menerima warisan. Setelah mengalami akil balig barulah hak sebagai ahli waris dapat diterimanya.

Akil balig yang dimaksudkan oleh ayat nas di atas adalah akil balig rohani atau kedewasaan rohani. Inilah yang menjadi sasaran hidup orang percaya yaitu mencapai kedewasaan rohani (Efesus 4:13).

Setiap manusia pasti mengalami pertumbuhan secara fisik: mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja pemuda dan kemudian menjadi orang yang dewasa. Tapi pertumbuhan fisik atau semakin bertambahnya usia seseorang tak menjamin ia memiliki kedewasaan rohani.

Orang bisa dikatakan telah mencapai tahap dewasa rohani atau mengalami akil balig secara roh apabila ia tidak lagi: "...hidup dalam daging, melainkan dalam Roh... Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran." (Roma 8:9-10).

Firman Tuhan menegaskan bahwa jika seseorang bukan milik Kristus ia tidak berhak untuk menjadi ahli waris, "Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris,..." (Galatia 4:7), dan "...kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." (1 Petrus 1:18-19).

Orang yang sudah akil balig secara roh adalah orang yang meninggalkan segala perbuatan duniawi! "Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu." (1 Korintus 13:11b) dan hidup menurut pimpinan Roh Kudus.

Hanya orang yang sudah mengalami 'akil balig' secara rohlah yang semakin dipercaya oleh Tuhan dalam segala hal yang berhak menjadi ahli waris-Nya.

RENUNGAN ALKITAB - Tuhan Bukit Batu dan Pertahanan

Bacaan: Mazmur 31:4

Tuhan kita adalah Tuhan yang berlimpah kasih! Tuhan tidak hanya mencurahkan kasih-Nya kepada manusia, diperhatikan pula ciptaan-Nya yang lain.

Tuhan sangat memperhatikan hewan-hewan juga, dipelihara dan disediakan pula kebutuhannya. Terhadap hewan-hewan, Tuhan menaruh hikmat untuk melindungi diri terhadap bahaya yang mengancam dan juga musuh yang selalu memangsa.

Contoh: "...pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu," (Amsal 30:26). Pemazmur juga menyatakan, "...di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk." (Mazmur 104:17-18).

Pelanduk adalah binatang yang sangat lemah tapi cerdas, ia membuat rumahnya di atas bukit-bukit batu untuk terlindungi dari terkaman binatang-binatang buas.

Manusia juga seharusnya sadar dan mengerti bahwa dirinya sangat lemah dan terbatas kekuatannya sehingga memudahkan Iblis untuk menerkam dan memangsa kita.

Mari belajar dari pelanduk, yang membuat rumah di bukit-bukit batu. Siapakah bukit batu kita? Bukit batu kita adalah Kristus. Jika pelanduk dikejar oleh binatang buas ia segera berlari dan berlindung masuk ke dalam celah-celah bukit batu itu, sehingga binatang besar yang mengejarnya itu tak mungkin dapat memasuki lubang celah-celah bukit batu tersebut: "...Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." 1 Petrus 5:8).

Tidak ada jalan lain selain kita harus berlindung di Bukit Batu, yaitu Batu Karang Keselamatan, Yesus Kristus.

Walaupun badai keras menerpa 'rumah' kehidupan kita, bila kita berlindung kepada-Nya, aman dan tenanglah kita. Sebesar apa pun taufan dan gelombang melanda, kalau kita berlindung pada Bukit Batu yaitu Yesus Kristus, Dia sanggup meneduhkan dan meredakannya.

Karena itu serahkanlah semua beban dan persoalan hidup ini ke dalam tangan Tuhan yang Mahakuasa dan jangan pernah ragukan kedahsyatan kuasa-Nya.

Tuhan adalah gunung batu perlindungan yang aman bagi orang percaya!

Rabu, 02 November 2022

RENUNGAN ALKITAB - Mengerti kebenaran-Nya adalah Anugerah

Matius 13:4 (TB) Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.


Banyak Kristen datang beribadah, namun ketika mereka meninggalkan ruang ibadah, apakah dengan pengertian yang sama?

Ada yang hanya mendengar namun sibuk dengan pikirannya sendiri; ada yang mendengar tetapi tidak mengerti; ada yang mendengar tetapi kemudian menafsirkannya sendiri; ada juga yang sungguh- sungguh mendengar dan mengerti kebenarannya.

Tempat yang sama, nas Alkitab yang sama, dan pengkhotbah yang sama, tidak menentukan jemaat yang hadir mendapatkan pengertian yang sama pula.

Mengapa demikian? Mengerti kebenaran firman-Nya adalah anugerah, yang dinyatakan bagi mereka yang mau terbuka kepada kebenaran-Nya.


Inilah yang dijelaskan Yesus ketika murid-murid-Nya menanyakan mengapa Ia memakai metode perumpamaan.

Banyak orang berbondong-bondong datang, tetapi seperti nubuat nabi Yesaya bahwa mereka mendengar dan melihat namun tidak mengerti.

Bukan karena Ia tidak mau menyatakan kebenaran kepada mereka, tetapi karena mereka yang mengeraskan hati, sehingga mereka tidak bertemu dengan kebenaran itu, yakni Yesus sendiri.

Zaman kini banyak orang berbondong-bondong mencari gereja, tetapi berapa banyak yang sungguh-sungguh mau terbuka kepada kebenaran firman-Nya, sehingga ia mengerti, percaya, dan menyimpan kebenaran itu dalam hatinya?

Bukan orang-orang yang secara fisik hadir di gereja yang dapat mengerti kebenaran-Nya, tetapi anugerah pengertian dinyatakan bagi Kristen yang haus akan kebenaran. 


Arti perumpamaan seorang penabur adalah bahwa tidak semua orang yang menerima kebenaran kemudian akan berakar, bertumbuh, dan menghasilkan buah.

Firman kebenaran itu harus dimengerti (diterima); diresapi (berakar); dihayati sehingga mempengaruhi pola pikir, perilaku, gaya hidup (bertumbuh); dan dipertahankan sampai menghasilkan berlipatganda (berbuah).

Pergumulan, masalah, kesulitan, kekuatiran, dan segala bentuk tantangan akan merupakan ujian bagi Kristen, apakah Kristen sanggup berakar, bertumbuh, dan kemudian berbuah di tengah dunia yang menentang kebenaran.

RENUNGAN ALKITAB - Kuasailah Dirimu dengan Kasih bukan Kebencian

Amsal 10 : 12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Hal yg paling buruk merusak yg bisa ada dlm kehi...