Sabtu, 28 Oktober 2023

RENUNGAN ALKITAB - SETAN KALAH

Yakobus 2:19 (TB) Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Saudara, ini ayat yang sangat luar biasa. Kita semua orang-orang Kristen percaya akan Allah. Cuman berhenti disana saudara dikatakan itu baik, setan percaya tapi dia juga gemetar. Ada satu kata yang kita gak punya yaitu kata "gemetar", tapi setan mengalami dia gemetar. Saudara, ada sebuah joke bagus, satu kali ada satu orang yang gak sengaja berpapasan dengan setan ketemu dengan setan dan saking kagetnya dia teriak setan dan dia lari. Setannya ketemu orang ini kaget juga dan teriak darah Yesus wahh darah Yesus dan ternyata dia juga lari sama-sama lari nya saudara. Dari joke yang terdengar lucu ini. Kita bisa lihat satu hal saudara, seringkali ada begitu banyak manusia yang tingkah lakunya, perbuatannya lebih jahat dari setan. Setan dengan Tuhan dia tahu bahwa Tuhan itu luar biasa, maha kuasa dan gemetar. Manusia tahu Tuhan luar biasa tapi gak takut. Inilah perbedaannya, ada banyak orang yang mungkin lebih jahat, lebih berdosa, kacau dari setan saudara. Hari ini bertobat, itulah kata yang paling tepat buat kita, bertaubat. Dan jadilah orang yang serupa dengan Tuhan dan bukan jadi orang yang seperti setan atau lebih buruk dari setan. 

Saya berdoa renungan hari ini menyadarkan semua kita, jadilah seperti Kristus yang adalah bapak dan jadi teladan kita. 

God bless you ~

RENUNGAN ALKITAB - BANGUNLAH!


Yesaya 60:1 (TB) Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 

Bangkitlah atau bangunlah! Ada sebuah cerita yang menarik di Alkitab tentang seorang nabi yaitu Yunus. Satu kali, nabi ini dia tidak taat pada Tuhan dan dia mengambil sebuah kapal dan dia pergi berseberangan dengan maksud Tuhan. Di atas kapal itu ada gelombang besar yang terjadi yang menghantam kapal, dan kapal itu hampir tenggelam. Tapi yang aneh adalah Yunus bisa tertidur di kapal itu, sekalipun badainya besar. Nahkoda kapal mendatangi dia, membangunkan, dan heran bertanya, kok bisa kamu tidur sementara kami semua dalam ketakutan. Saudara ada sebuah cerita yang bagus, maksud yang bagus dalam cerita ini. Yunus tertidur dan dibangunkan oleh nahkoda kapal. Saudara hari-hari ini, kisah ini seperti ada dalam gereja Tuhan. Ada banyak gereja hari ini yang sedang tertidur sementara dunia ini sedang bergejolak. Sedang banyak gelombang badai, ombak yang besar menghantam dunia. Tapi gereja Tuhan tidur, mengapa engkau tidur gereja Tuhan? Dan yang aneh adalah nahkoda membangunkan bangun bangun dan akhirnya Yunus bangun. Saudara jangan sampai orang dunia diluar Kristen yang membangunkan gereja. Bisa terjadi dengan penganiayaan, persoalan & tantangan supaya gereja itu bangun. Kalau gereja tetap tidur, Tuhan akan cari sesuatu membangunkan gereja nya. Mungkin covid ini salah satu adalah cara Tuhan membangunkan gereja yang sedang tidur. 

Saya berdoa renungan hari ini menyadarkan kita, tidak perlu yang diluar membangunkan kita, bangkitlah jadilah terang. Bangunlah dan jadilah terang bagi dunia ini! Saya berdoa renungan hari ini memberkati semua kita. 

God bless you ~

RENUNGAN ALKITAB - Arif Atau Bebal?

Efesus 5:17 (TB) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Begitu berharganya waktu sehingga lahirlah ungkapan Time is money (waktu adalah uang). Tiap menit bahkan tiap detik dihargai dengan nilai uang, sehingga waktu yang terbuang percuma dapat dinilai sama dengan pemborosan uang yang seharusnya dapat dihasilkan di dalam waktu yang terbuang itu.

Berdasarkan perkataan Paulus, kita melihat dua jenis orang, yaitu orang bebal dan orang arif. Penggolongan ini dilihat berdasarkan cara hidup, yaitu berdasarkan pemanfaatan waktu. Karena orang percaya telah menerima terang maka orang percaya harus berjalan sesuai terang itu. Hidup sesuai terang berarti seperti orang arif dan bukan seperti orang bebal (15). Bagaimanakah hidup orang arif? Ia memanfaatkan waktu semaksimal mungkin bagi kemuliaan Tuhan (16). Mengapa kearifan dikaitkan dengan pemanfaatan waktu? Setiap hari bersifat jahat, kita bisa saja tergoda memanfaatkannya untuk kesenangan diri, bukan kesenangan Tuhan. Oleh sebab itu orang perlu hikmat sejati agar memahami kehendak Allah (17), terutama dalam pemanfaatan waktu.

Orang arif dipenuhi Roh Kudus. Ini bukan terjadi sekali seumur hidup, tetapi secara berkelanjutan setelah orang mengalami transformasi. Orang yang dipenuhi Roh tidak akan membiarkan dirinya mabuk oleh alkohol (18). Mabuk merupakan kesia-siaan dalam pemanfaatan waktu yang seharusnya dipersembahkan bagi Kristus. Karena alkohol membuat orang kehilangan kesadaran, pengendalian diri, dan juga hikmat, serta dikuasai hawa nafsu. Hal sebaliknya akan terjadi bila orang dikuasai Roh Kudus karena Ia bekerja dalam diri setiap orang yang percaya Kristus, untuk menghasilkan hal-hal terbaik dalam hidupnya bagi kemuliaan Tuhan

Orang arif juga akan saling melayani dalam kasih (19-21). Bila kita dipenuhi Roh Kudus, kita akan memiliki hasrat untuk menyembah Allah dan mendorong orang lain untuk menyembah Allah juga. Orang yang dipenuhi Roh akan dipenuhi dengan ucapan syukur dan bersikap rendah hati terhadap satu sama lain dan ini terjadi karena rasa takut akan Tuhan bukan pada manusia. Apakah Anda sudah arif?

RENUNGAN ALKITAB - Etika Kerja Kristiani


Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Pelanggaran terhadap Hak Azasi Manusia seringkali terjadi dari atasan kepada bawahan. Hal yang melatarbelakangi mengapa atasan bersikap demikian sedikit banyak ditentukan bagaimana cara memandang bawahannya. Seringkali atasan menempatkan bawahan hanya sebagai 'barang/milik' yang bisa diperlakukan semaunya, dan bukan sebagai sesama manusia. Atasan merasa dengan uang dan kekuasaan yang dimilikinya, ia bebas memperlakukan bawahannya sekehendak hatinya. 

Hal ini pun menjadi perhatian Paulus dalam bacaan kita hari ini. Dapat dikatakan bahwa Paulus sedang mengajarkan etika kerja kristiani. Sebagai bawahan, Kristen harus memiliki beberapa karakteristik: ketaatan, ketulusan, dan kesungguhan (ayat 22-23), bukan dengan motivasi ABS (Asal Bapak Senang) tetapi menempatkan Tuhan sebagai fokus pekerjaan, sehingga siapa pun dan bagaimana pun atasan bukanlah ukuran utama bagi kualitas kerja. Di mana pun atasan sedang berada, di hadapan atau di tempat lain, bawahan tetap bekerja dengan kualitas sama, karena motivasi memberikan hasil karya terbaik untuk menyenangkan Tuhan. Demikian pula dengan atasan, Paulus menasihatkan agar mereka tidak berlaku sewenang- wenang seolah memiliki otoritas tertinggi (ayat 1). Kepada atasan ataupun bawahan, Tuhan yang menyediakan upah ataupun ganjaran dengan tanpa memandang muka. 

Relasi kerja yang benar sesuai dengan etika kerja kristiani adalah apabila atasan dan bawahan masing-masing mengerti tanggung jawabnya, bawahan tidak melampaui apa yang ditetapkan atasan, sedangkan atasan tidak berlaku curang terhadap bawahan. Pelanggaran Hak Azasi Manusia tidak seharusnya terjadi di lingkungan kerja yang memelihara etika kerja kristiani. Karena itulah, rasul Paulus mengingatkan bahwa sesungguhnya kita semua mempunyai tuan di sorga (ayat 4:1). Dialah yang akan menilai karya kita selama di dunia, upah dan ganjaran diberikan-Nya secara tepat kepada siapa yang layak menerimanya.

RENUNGAN ALKITAB - Takut Akan Tuhan

Amsal 10:22 (TB) Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

Modal dasar untuk memiliki hikmat adalah takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan akan menanggalkan sikap yang egosentris dan mengizinkan Tuhan mendidik dia di dalam kebenaran. Didikan Tuhan dimulai dari sikap hati yang mau diajar dan tidak malas belajar (17, 26). Sikap hati yang benar menundukkan diri untuk taat pada Tuhan. Ketaatan pada disiplin yang diterapkan Tuhan membawa berkat yang nyata dalam hidup ini, yaitu umur panjang (27) dan hidup penuh kebahagiaan (28). 

Disiplin yang dimaksud di sini adalah disiplin dalam berkata-kata (18-21). Kuncinya adalah biarkan hati dan pikiran yang sudah dikuduskan Allah mengendalikan kata-kata kita dan bukan sebaliknya, kata-kata yang mengendalikan sikap! Biarlah setiap perkataan yang keluar dari mulut kita dipikirkan matang-matang terlebih dulu: apakah akan menjatuhkan orang lain atau sebaliknya, memberkati sesama kita (20-21). Diam sejenak sebelum merespons merupakan sikap berhati-hati yang akan menuai penghargaan dan penghormatan dari Tuhan maupun dari orang lain. Sebaliknya bicara tanpa pikir panjang sering mengakibatkan pertengkaran dan berujung pada penyesalan yang tak ada gunanya, bak nasi sudah menjadi bubur (18-19). Betapa banyaknya kata-kata yang salah mengubah persahabatan jadi permusuhan, damai sejahtera menjadi medan peperangan, simpati dan empati menjadi kecurigaan dan dendam. 

Perkataan orang benar sangat berharga. Sebab itu, bukan hanya pengkhotbah yang harus fasih lidah, semua orang percaya pun harus memiliki keandalan dalam berkata-kata. Bukan hanya dengan maksud untuk menyenangkan hati orang belaka, tetapi juga untuk menghibur, menguatkan, dan membangun sesama kita. Bila kita merasa tidak memiliki kemampuan untuk berbicara dengan fasih, jangan berkecil hati. Kata-kata bijak bukan lahir karena talenta atau asil latihan, tetapi terutama dari memelihara relasi yang baik dengan Tuhan, Sumber Hikmat dan kebajikan

RENUNGAN ALKITAB - Kejernihan Hati


Amsal 21:2 (TB) Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Siapa dapat menduga hati seseorang? Orang yang terdekat dengannya atau dirinya sendiri? Harus diakui betapa misteriusnya hati seseorang, diri sendiri pun kadang-kadang tidak mengerti hatinya. Oleh karena itu perlu ada yang mengontrol hati manusia, yang benar-benar dapat menguji hati manusia, tiada lain adalah Sang Pencipta yang Maha Tahu, Dialah yang menguji hati manusia. 

Penulis Amsal mengatakan bahwa hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan yang gerakan mengalirnya air senantiasa dikontrol oleh Tuhan (1). Raja yang berkuasa memiliki kesempatan melakukan apa saja yang dianggapnya baik dan benar. Tetapi raja yang hatinya condong kepada Tuhan tidak seperti hati orang fasik yang sombong (4) dan mengingini kejahatan (10), tidak akan melakukan tindakan dan mengambil keputusan yang merugikan rakyat dan kerajaannya. Bila Tuhan yang mengontrol hatinya maka ia hanya melakukan sesuai dengan kehendak-Nya. Bila Tuhan memegang pusat hidup seorang pemimpin, maka pikirannya, perilakunya, perasaannya, keputusannya, tindakannya tertuju kepada-Nya. Betapa sejahteranya kehidupan rakyatnya yang hati pemimpinnya ada di dalam tangan Tuhan. 

Melakukan kebenaran dan keadilan berkenan kepada Tuhan dan merupakan kesukaan bagi orang benar (15). Persembahan sebesar apa pun tak berarti bila tidak didasari kehidupan yang penuh dengan kebenaran dan keadilan (3). Orang fasik akan mengalami penganiayaannya sendiri karena mereka tidak mau melakukan keadilan (7). Mereka tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya karena hatinya tertutup terhadap jeritan orang lain (10). Apakah melakukan kebenaran dan keadilan sama dengan memeratakan penghasilan atau membagikan kepada semua orang jumlah yang sama? Tentu saja bukan demikian pengertiannya. Melakukan kebenaran dan keadilan adalah menyatakan benar kepada orang benar dan salah kepada yang bersalah, membagikan sesuai kebutuhan masing-masing, dan tidak menindas hak orang lain.

RENUNGAN ALKITAB - Petunjuk Perjalanan


Mazmur 25:4 (TB) Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadak

Kehidupan anak Tuhan bagai sebuah perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan, perlu dipersiapkan hal-hal yang diperlukan agar perjalanan berlangsung dengan baik.

Hal pertama adalah persiapan hati dan perlengkapan perjalanan. Dalam mempersiapkan hati, pemazmur meminta kepada Tuhan agar ia disertai kasih karunia Tuhan (1-2, 6-7). Dengan demikian perjalanannya tidak digugat para musuh sebagai tindakan pribadi yang tidak direstui Tuhan. Dalam mempersiapkan perlengkapan, pemazmur meminta petunjuk Tuhan mengenai jalan-jalan yang harus ia tempuh (4-5). Dan peta perjalanan terbaik, terlengkap, dan yang tidak mungkin menyesatkan adalah firman Tuhan sendiri.

Pemazmur melanjutkan persiapan perjalanannya dengan merenungkan kembali kebaikan Tuhan yang telah ia alami pada masa lampau (8-10). Maka ia pun meyakini bahwa Tuhan akan terus menyertai dia sepanjang perjalanan yang akan ia tempuh. Bagi pemazmur, perjalanannya adalah perjalanan bersama seorang sahabat (14). Dan Sahabat terbaik kita adalah Kristus sendiri. Dia sudah pernah menempuh perjalanan sebagai manusia dan menyelesaikannya dengan sempurna. Dia tahu semua masalah yang akan dihadapi manusia, maka Dia akan menyertai kita dalam perjalanan kita dan memberikan kekuatan pada saat yang tepat.

Hal kedua yang harus dilakukan sebelum perjalanan adalah mengantisipasi apa yang akan terjadi dengan kaca mata iman. Seruan pemazmur agar Tuhan berpaling kepadanya dan mengasihani dia adalah sikap yang tepat. Pemazmur sadar bahwa ia rentan serta berpotensi untuk melakukan kesalahan dan dosa (18), maka rentan juga untuk dimanipulasi musuh (19). Hanya dengan keyakinan bahwa Tuhan akan melindungi dia, terletak kekuatan pemazmur. Mintalah pertolongan Tuhan pada waktunya, maka kita tak akan menjadi lemah dalam perjalanan iman kita!

RENUNGAN ALKITAB - Tahu dan Mau

Wahyu 1:1-3 

Bagian pembuka Kitab Wahyu ini menunjukkan empat hal. Pertama, Yesus Kristus berkenan memberikan wahyu (1). Kedua, wahyu itu bertujuan supaya orang-orang tahu hal yang akan segera terjadi (1). Ketiga, wahyu itu diberikan melalui malaikat kepada Yohanes (1-2). Keempat, orang yang berbahagia ialah yang mau membacakan, mendengarkan, dan menuruti wahyu itu (3).

Dari keempat hal itu, tampak bahwa Tuhan tidak ingin orang-orang percaya hidup dalam ketidaktahuan. Sebab, ketidaktahuan bisa menyebabkan kekhawatiran, yang pada akhirnya menimbulkan ketidakpercayaan. Terlebih lagi, pada saat itu, jemaat dianiaya oleh berbagai pihak karena iman mereka.

Tuhan hendak menguatkan iman mereka. Tuhan memandang perlu jemaat mengetahui hal-hal yang akan terjadi, baik maupun buruk, juga hal-hal yang bisa menjadi pengharapan mereka, tak lupa hal-hal yang perlu mereka lakukan dalam segenap kondisi itu. Catatannya adalah jemaat harus mau melakukan hal-hal yang ditunjukkan oleh Tuhan dalam wahyu itu. Tahu dan mau, itulah yang dikehendaki oleh Tuhan; tahu hal yang akan terjadi, mau melakukan hal yang semestinya dilakukan.

Kiranya hal itu tidak hanya berlaku bagi jemaat-jemaat yang dahulu menerima kiriman surat berisi wahyu kepada Yohanes. Firman Tuhan terbuka bagi kita pada saat ini, bahkan dapat kita baca dengan bahasa kita sendiri dalam bentuk buku cetak maupun digital. Di negara kita pun tak ada larangan untuk beredarnya Alkitab. Kita dapat dengan mudah mengakses firman Tuhan sehingga tahu hal-hal yang Tuhan firmankan kepada kita.

Untuk menjadi tahu itu mudah. Hanya saja, untuk menjadi mau, itu perkara lain. Orang bisa saja sangat tahu akan isi firman Tuhan, tetapi tidak mau melakukannya. Itulah tantangan saat ini. Kalau zaman dahulu, untuk tahu saja sulit karena keterbatasan teknologi, sekarang di tengah segala kemudahan, tantangannya adalah mau menuruti firman.

Marilah kita tidak menyia-nyiakan kemudahan mengakses firman Tuhan. Mari kita baca, tahu, dan menurutinya.

RENUNGAN ALKITAB - Bekerja dan Menikmati Hasil


Amsal 21:16-31 

Bagi pengamsal, kebijaksanaan seseorang dapat terlihat dari bagaimana ia bekerja dan menikmati hasil kerja. Seorang yang bijak adalah seorang yang menghasilkan sesuatu dalam hidupnya. Sebaliknya, seorang pemalas ialah orang yang tidak memiliki keinginan untuk menghasilkan sesuatu di dalam dirinya. Ia bukan hanya tidak menghasilkan sesuatu, melainkan juga tidak memiliki keinginan untuk menghasilkan suatu karya. Pada akhirnya, kata pengamsal, si pemalas akan dibunuh oleh keinginannya tersebut (25).

Seorang yang bijak adalah seorang yang menggunakan hasil kerjanya dengan arif (17, 20). Ia tidak akan kekurangan dan akan menjadi kaya. Bahkan, ia akan memberi kepada orang lain (26). Sebaliknya, seorang bebal adalah orang yang suka bersenang-senang dan gemar berpesta pora. Ia hanya mengikuti keinginan nafsunya semata-mata sehingga dengan sekejap menghabiskan apa yang telah diperolehnya.

Kita kiranya menyadari bahwa manusia adalah makhluk pekerja. Kita diciptakan untuk melanjutkan karya penciptaan Allah di dunia. Itulah mengapa Ia menempatkan kita di Taman Eden untuk memelihara dan mengusahakan apa yang telah dimulai oleh-Nya. Jadi, hendaklah kita tidak mengembangkan kemalasan dalam diri kita. Sebaliknya, kita harus bekerja dengan keras. Sebab, hanya orang yang bekerja keras dan mencucurkan air mata yang akan menghasilkan suatu karya dan mendapat buah kerja yang memuaskan. Tidak ada jalan pintas untuk menghasilkan karya yang "abadi" (lih. 20:17, 21, 23).

Kita harus menyadari bahwa hasil karya tangan kita yang dihargai oleh orang lain harus dipergunakan dengan baik. Kita bisa saja menggunakan semua penghasilan untuk diri kita. Namun, ingatlah bahwa dalam setiap penghasilan kita, ada bagian Allah dan orang lain di dalamnya. Sebelum menggunakannya, kita perlu menyisihkan apa yang sesungguhnya adalah milik Allah dan juga menyisihkannya untuk menolong orang lain. Hanya dengan memprioritaskan Allah dan orang lain, kita akan mampu meredam keinginan kita. [JMH]


Baca Gali Alkitab 1

Amsal 21:1-15

Tuhan menciptakan setiap manusia unik. Dia memberi kita tubuh yang istimewa untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya. Ironisnya, sering kali manusia tidak memakai anggota-anggota tubuhnya sesuai tujuan yang Tuhan tetapkan.

Penulis Amsal dengan tegas menyebutkan bahwa mata yang congkak dan hati yang sombong adalah dosa. Lidah yang berdusta dan mulut yang suka bertengkar adalah kesia-siaan. Telinga yang tertutup terhadap kesusahan orang lain akan mendapat balasan dari Tuhan. Lalu, bagaimanakah seharusnya kita menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan?

Penulis Amsal mengajarkan empat hal, yaitu hidup dengan melakukan kebenaran dan keadilan, berlaku jujur, bersedia diajar, dan suka memberi. Keempat hal itu akan menolong kita menjalani hidup dan memakai tubuh kita sesuai tujuan Tuhan. Kiranya, mata dan hati kita terarah kepada perbuatan yang benar dan adil.

Apa saja yang Anda baca?
1. Perihal apa sajakah yang tertulis mengenai hati? (1-2)
2. Kitab Amsal mengungkapkan adanya sisi baik yang diperkenan Tuhan, namun ada sisi buruk yang tidak diperkenan Tuhan. Sebutkanlah! (3-11)
3. Kitab Amsal juga menyebutkan tentang keadilan. Bagaimana keadilan diuraikan? (12-15)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa Anda harus menjadi orang benar dan bukan orang fasik?
2. Bagaimana semestinya Anda menjalani hidup agar Anda dapat menjadi orang benar?

Apa respons Anda?
1. Adakah perubahan yang ingin Anda capai saat ini? Gambarkanlah!
2. Apa saja yang Anda dapat lakukan untuk mendukung keadilan?

RENUNGAN ALKITAB - Tak Ada Yang Tersebunyi

Mazmur 139:23 (TB) Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

Hal apakah yang sangat mempengaruhi hidup seseorang? Menurut pemazmur, pikiran, perenungan, dan pengenalan akan Allah berdampak besar dalam kehidupan seseorang. Seluruh keberadaan hidup kita dari yang nampak sampai yang tersembunyi, terbuka di hadapan Allah. Tak seorang pun dapat menyembunyikan diri atau menjauh dari Tuhan. Allah memperhatikan masing-masing pribadi sejak masih dalam kandungan, bayi, anak-anak hingga dewasa. Karena itu Allah sangat mengharapkan kejujuran dan keterbukaan kita di hadapan-Nya. Betapa bermaknanya hidup pribadi seseorang di hadapan Allah! 

Kemahatahuan Allah. Kemahatahuan dan kedekatan Allah bukan untuk menangkap kita yang berdosa agar tidak luput dari hukuman-Nya. Justru sebaliknya, Ia akan menjaga dan menuntun kita untuk mencapai yang terbaik. Di mana pun kita berada, ada rasa aman di dalam perlindungan-Nya. Kadang sulit bagi kita untuk mengenal pikiran Allah. Bila kita mau menghitungnya, kita akan menyadari bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita adalah karena Ia mengizinkan dan Ia tetap bersama dengan kita untuk menghadapinya

RENUNGAN ALKITAB - KETAATAN


Kisah para Rasul 13:22 (TB)
22. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. 

Saudara, ada hal yang luar biasa dengan raja Daud itu orang yang dicintai Tuhan bukan cuman dicintai, itu orang yang berkenan kepada Tuhan. Di mana kuncinya saudara? sehingga orang ini dikatakan dikenan Tuhan sebab ini adalah orang yang selalu ingin mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan. Sebuah roh ketaatan dimiliki oleh Daud. 

Saudara, taat itu bukan hal yang gampang dikerjakan, kadang-kadang kita perlu struggle bergumul untuk mentaati Tuhan. Tapi orang ini orang hebat saudara, tiap kali Tuhan memberitahukan mereka sesuatu, dia mentaati, mengerjakan dengan kerelaan dan itulah kunci yang luar biasa. Hari itu dia dikatakan dia dikenang Tuhan.

Saya berdoa saudara dalam hidup kita hari ini, kita jadi orang-orang yang dikenang Tuhan yang menyenangkan hatinya. saya berdoa renungan hari ini memberkati setiap kita. 

God bless you

RENUNGAN ALKITAB - TIDAK GAMPANG MENYERAH

Shalom saudara, hari ini saya ada di karmel tempat dimana Elia melawan ratusan nabi-nabi dari baal dan dia melihat api dikirim Tuhan dari Tuhan menyambar korbannya. 

saya akan bacakan firman hari ini dari, 

1 raja-raja 18:42-43
42. Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. 
43. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali. 

Saudara, setelah peristiwa api turun dari langit hari itu, Elia berdoa untuk turun hujan tapi hari itu dia berkali-kali berdoa tapi sepertinya doa-nya gagal. Dia menyuruh bujangnya mengecek melihat ke langit ada awan gak ada sesuatu tanda-tanda gak dan gak ada saudara, tapi ini orang yang hebat saudara sampai tujuh kali dia menyuruh bujangnya pergi melihat ke langit apakah ada tanda-tanda disana dan yang terakhir, bujangnya berkata ada awan sebesar telapak tangan dan tiba-tiba hujan deras hari itu menutupi seluruh tanah Israel. 

Tujuh kali, tidak bosan, tidak putus asa, inilah spirit yang perlu kita miliki dalam hidup kita. Waktu kau berdoa, jangan pernah menyerah dan putus asa. Keep praying, tetap berdoa sampai dia mendengarkan doa mu. 

Saya berdoa renungan hari ini memberkati setiap kita. 

God bless you ~

RENUNGAN ALKITAB - Hidup dalam Hikmat Allah

Amsal 4:10-27

Setiap orang tentu memiliki harapan dapat hidup panjang umur, bahagia, sejahtera, dan mulia. Akan tetapi, pada kenyataannya, banyak orang terjebak dalam sikap dan tindakan yang bertolak belakang dengan upaya terwujudnya harapan tersebut. Orang sering mengabaikan cara hidup yang dapat menjadikan panjang umur, bahagia, sejahtera, dan mulia.

Salomo memberikan nasihat kepada anaknya agar hidup dalam hikmat sesuai dengan maksud dan rencana Allah (10-13). Cara hidup yang demikian akan menghasilkan hidup yang baik dan penuh sukacita, hidup yang rohani dan bermoral, serta kehidupan kekal setelah kematian.

Hikmat akan memampukan kita membedakan yang benar dan yang salah, serta memilih untuk hidup baik dan benar. Dengan menjalani hidup baik dan benar, banyak orang akan bersahabat dengan kita. Hal itu akan membuat hidup kita penuh kedamaian dan kebahagiaan. Kehadiran damai dan bahagia dalam hidup kita membuat raga menjadi lebih sehat dan memiliki harapan hidup yang lebih panjang. Dengan hikmat kita dimampukan untuk terus mencari kehendak Tuhan dan hidup di dalamnya. Hidup kita akan menjadi penuh pengharapan karena kita terus menanti-nantikan Tuhan. Hidup yang demikian tentu akan menyenangkan hati Tuhan, sehingga kita akan dipenuhi rasa aman karena segala keperluan hidup kita dipenuhi oleh Tuhan yang mengasihi kita. Hikmat akan menuntun kita agar memiliki tujuan hidup yang lebih jelas serta menjalani hidup penuh makna. Itulah manfaat hidup dalam hikmat.

Tak ada seorang pun yang ingin menyia-nyiakan hidupnya. Sebaliknya, tentu orang ingin menikmati manfaat hidup dalam hikmat. Akan tetapi, banyak orang hidup dalam hikmat dunia dan merasa bahwa diri mereka telah meraih makna hidup, padahal mereka telah tertipu oleh hal-hal yang fana. Jelas, hanya hikmat Allah yang dapat menuntun kita menemukan makna hidup kekal.

Bersyukurlah bila kita telah hidup dalam hikmat Allah. Bila belum, mintalah kepada-Nya agar mengaruniakan hikmat-Nya dan memampukan kita untuk hidup di dalam-Nya. [CHR]

GBU

RENUNGAN ALKITAB - IKAN ARWANA


Yesaya 43:4 (TB) Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. 

Ikan arwana adalah salah satu ikan yang cukup mahal. Dan orang-orang yang punya prestise tertentu akan sangat suka memelihara ikan ini. Ikan ini juga dianggap sebagai ikan dari raja-raja. Ini ikan yang harganya cukup mahal, ada yang ratusan ribu bahkan jutaan, bahkan saya baca ada seekor ikan arwana jenis multi-platinum yang mencapai harga 5,7 milliar. Itu harga yang sangat fantastis, dan sampai-sampai saya gak percaya. Kalau kita beli mobil Lamborghini bisa dapetin 3 nih ya dari harga seekor arwana. Tapi ini memang sangat rare, sangat jarang ikan ini dan orang yang berhasil membelinya sangat bangga. 

Saudara, pecinta atau kolektor dari ikan arwana dia akan terus melihat ini dan menginginkan barang itu, sampai dia mendapatkannya. Saudara, Tahukah hidup kita ini lebih daripada ikan arwana yang mahal itu. Dalam pikiran Tuhan siang dan malam, kita ada dalam pikirannya. Sebab dia sangat mengasihi dan mencintai kita. Bukan cuman dia sayang mencintai kita, bahkan dia rela mati buat kita karena sayangnya. Ingatlah saudara, siang dan malam engkau ada dalam hati dan pikirannya, jangan pernah meragukan kasih Tuhan. Seperti para kolektor ikan sungguh inginkan ikan-ikan itu, Tuhan sangat menginginkan hidup kita. 

Saya berdoa hari ini kita disadarkan kita punya Tuhan yang menginginkan hidup kita. 

God bless you ~

RENUNGAN ALKITAB - LAKUKAN APA YANG KAU CINTAI

Keluaran 1:14 (TB) dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu. 

Saudara, pekerjaan itu adalah bagian kita setiap hari karena gak ada orang enggak bekerja hidupnya. Engkau jadi seorang siswa pelajar, itu juga sebuah pekerjaan. Saudara, hari itu orang-orang Israel sedang ada di Mesir dan mereka sedang mengerjakan pekerjaan yang mereka benci. Mereka gak suka, dan akibatnya apa? Jadi sebuah siksaan bagi mereka, mengerjakan pekerjaan yang tidak mereka sukai. Saudara, hidup kita ini seharusnya kita mengerjakan apa yang kita cintai tapi mungkin ada banyak orang terjebak dengan sebuah keadaan. Karena kalau mungkin apa yang kau sukai hari itu tidak tersedia dan kondisi kerja disebuah perusahaan, disebuah tempat yang enggak cocok terpaksalah demi uang, demi kehidupan, engkau bekerja. Dan engkau tidak bisa menikmati pekerjaan yang kau lakukan hari itu. Pekerjaan yang paling hebat adalah kalau engkau mencintai sesuatu hal dan kau mengerjakannya dan dari apa yang kau cintai itu engkau menghasilkan uang. Itulah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Hari ini bagi saudara yang belum bekerja, mintalah apa yang kau sukai, kau cintai, kerjakan itu dan biarkan engkau bisa menghasilkan uang dari itu. Itulah hal yang paling menyenangkan dalam hidup ini. Jadi pekerjaan bukan sebuah tekanan, pekerjaan sebuah game sesuatu yang menyenangkan bagi kita, dan kau bisa menikmati hidupmu setiap hari. 

Saya berdoa hari ini temukanlah sesuatu yang menyenangkan dalam hidupmu dan menghasilkan uang. 

God bless you ~

RENUNGAN ALKITAB - Jangan Sok Kuat

Amsal 6:20-35

Ada ungkapan, "Lelaki lemah terhadap tiga hal, yaitu harta, takhta, dan wanita." Di antara ketiganya, jelas wanita merupakan kelemahan pria yang paling besar. Bahkan, tak jarang kita mendengar tokoh-tokoh besar, termasuk pendeta, jatuh ke dalam jerat dosa perzinaan. Dengan kata lain, tak ada seorang pun yang kebal terhadap godaan perzinaan.

Penulis Amsal menggambarkan godaan tersebut dengan personifikasi perempuan jahat, perempuan asing, perempuan sundal, dan perempuan zina yang merupakan istri sesama. Perempuan-perempuan itu menjerat laki-laki muda untuk kepentingan perutnya sendiri (26). Namun, di balik pesona yang memikat, dosa perzinaan memiliki konsekuensi yang sangat serius. Konsekuensinya adalah tidak akan luput dari hukuman, membayar tujuh kali lipat dan harta seisi rumahnya harus diserahkan, merusak diri sendiri, mendapatkan siksa dan cemooh, serta malu yang tidak terhapuskan (29-34).

Selain adanya berbagai konsekuensi tersebut, penulis Amsal juga memberikan nasihat agar memelihara perintah ayah dan tidak menyia-nyiakan ajaran ibu (20). Ketaatan terhadap orang tua tidak dapat diabaikan, bahkan harus diingat dalam segala aspek kehidupan. Pasalnya, perintah dan ajaran orang tua ibarat lampu dan cahaya yang menerangi, memimpin, melindungi, dan menjaga anak-anak muda dari jeratan dosa perzinaan (21-23).

Dosa perzinaan begitu memikat dan tidak pandang bulu. Siapa pun bisa terjerat olehnya. Karena itu, penting bagi kita untuk memikirkan konsekuensi yang harus terjadi. Selain itu, seperti nasihat Amsal, kita harus menyimpan dan mengingat perintah Tuhan. Pasalnya, Iblis menggunakan berbagai trik untuk membuat kita jatuh. Dengan demikian, firman Tuhan adalah satu-satunya perisai kita.

Kita harus belajar dari seorang tokoh Alkitab, yaitu Yusuf, yang melarikan diri dari godaan dosa perzinaan ketika dihadapkan pada istri Potifar. Mari kita belajar dari penulis Amsal dan Yusuf; tak seorang pun kuat terhadap godaan zina. Karena itu, jangan sok kuat! [YGM]

Amin

RENUNGAN ALKITAB - Awas Penyesat!


2 Yohanes 1:6 (TB) Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Kebahagiaan seorang hamba Tuhan adalah ketika orang-orang yang dia layani hidup berpaut dengan Allah dan berjalan di dalam kebenaran. Itulah sebabnya Yohanes bersukacita ketika melihat jemaat Tuhan hidup di dalam kebenaran (ayat 4). Yohanes meneguhkan mereka agar melanjutkan hidup didalam kasih (ayat 5) dan taat perintah Tuhan (ayat 6). 

Namun Yohanes mengingatkan mereka tentang munculnya penyesat, yang tidak mengakui bahwa Yesus datang ke dunia sebagai manusia (ayat 7). Pengajaran ini berbahaya! Memang pada waktu itu adalah lazim bagi para pekabar Injil untuk melaksanakan tugas dengan melakukan perjalanan dari kota ke kota. Mereka akan menginap di rumah salah satu jemaat yang mereka datangi. Keramahan jemaat dimanfaatkan oleh para penyesat. Sebab itu, Yohanes melarang mereka untuk menerima para penyesat di rumah mereka. Jika kita berjalan di dalam kebenaran, tidak seharusnya kita bekerja sama dalam bentuk apa pun dengan orang yang menyebarkan kesesatan. Orang yang bersedia menyambut para pengajar sesat dianggap bekerja sama dengan mereka. Juga akan dianggap sama bersalah dengan penyesat itu (ayat 11). 

Yohanes merasa perlu menegakkan kebenaran iman tentang Yesus (ayat 3). Ia tidak ingin penyesat mendapat kesempatan menyebarluaskan ajaran sesat di gereja. Oleh karena itu gereja berkepentingan untuk mengajar jemaat di dalam kebenaran. Gereja berhak dan bertanggung jawab untuk menolak segala pengajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab. 

Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus melengkapi diri. Selidiki Alkitab dengan saksama agar kita mengerti mana ajaran yang benar dan sesuai dengan Alkitab. Jangan memberi celah sedikit pun pada para penyesat. Jangan sampai Anda dilemahkan hingga percaya pada ajarannya. Bila Anda melayani di gereja, rencanakanlah program pembinaan atau pemahaman Alkitab bagi warga jemaat agar jemaat dilengkapi dengan pengetahuan akan kebenaran dan dimampukan untuk mengalahkan si penyesat.

RENUNGAN ALKITAB - TUHAN YANG OPTIMIS

Hakim-hakim 6:12
12. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." 

Saudara, hari itu Tuhan menjumpai Gideon dan menyebut memanggil dia dengan sebutan pahlawan yang gagah berani. Tetapi jujur saudara sebenarnya Gideon sedang dalam sebuah keadaan kondisi dia ketakutan tapi yang ajaib luar biasa Tuhan berkata, engkau pahlawan yang gagah berani. 

Saudara, Tuhan selalu berpikir positif tentang kita. Ingat saudara, Tuhan selalu berpikir positif tentang hidup kita. Seringkali kita lah yang berpikir negatif tentang hidup kita, bisa aja kita ingin mengubah sekarang cara pikir kita, pola pikir kita, dan menyesuaikan dengan Tuhan, dia selalu memandang dari sisi positif dan betul saudara apa yang Tuhan katakan buat Gideon "engkau pahlawan yang gagah berani" jadi beneran kan saudara. 

Saya ingat apa yang Tuhan katakan, hari ini jangan mengubah atau merusak nasibmu karena kau percaya tentang dirimu, percayalah apa yang Tuhan katakan tentang hidupmu dan mulailah berkata yang baik tentang hidupmu. Saya percaya hidupmu akan menjadi pahlawan-pahlawan yang luar biasa. 

Saya berdoa, mulai hari ini kita diubah cara bicara kita cara merasa kita cara berpikir kita dan menjadi orang yang hebat yang luar biasa, bersiaplah jadi pahlawan yang gagah berani. Saya berdoa renungan hari ini memberkati kita semua. 

God bless you ~

RENUNGAN ALKITAB - Masuk Dalam Panggilan

Di situ la tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ la tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu la lapar. (Lukas 4:2)

Untuk kita memasuki panggilan dan destiny kita, kita memerlukan tuntunan daripada Roh Kudus, karena tanpa Roh Kudus kita tidak akan pernah menemukan panggilan kita dan masuk di dalam panggilan tersebut. Karena karya Roh Kuduslah yang menjadikan kita menghidupi destiny tersebut. Hal. hal yang membuat kita memasuki panggilan:

1. Penuh dengan Roh Kudus. Kita harus memiliki komunikasi dengan Roh Kudus karena hal tersebutlah yang menjadikan kita memiliki kepekaan untuk memasuki dan melakukan kehendak Tuhan.

2. Sebagaimana Yesus dibaptis, demikian pula untuk kita masuk di dalam destiny adalah melalui peletakan manusia lama. Melalui peletakan manusia lama tersebut hanya rencana Tuhan yang terjadi dan bukannya rencana kita.

3. Yesus dibawa Roh ke padang gurun. Padang gurun berbicara mengenai pendidikan, penempaan dan proses. Kita akan masuk dalam destiny ketika kita tidak mengeluh dan membiarkan proses Tuhan membentuk kehidupan kita Jangan lari daripada proses yang Tuhan tetapkan, karena kita tidak akan pernah sampai dan masuk dalam destiny ketika kita tidak merelakan hidup kita diproses.

4. Ketika Yesus lapar dan iblis menawarkan untuk Yesus mengubah batu menjadi roti, Yesus berkata: Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Bapa Taruh kepentingan Tuhan yang terutama dalam hidup kita. bukan ambisi, cita-cita atau impian kita yang terjadi.

5. Yesus tetap ada di dalam penundukkan diri di dalam Bapa, demikian pula kita harus menyadari tentang otoritas daripada pemimpin di atas kita. Kita pun harus memiliki penundukkan diri seperti Yesus.

RENUNGAN ALKITAB - CURHATAN

Filipi 2 : 5
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus,

Curhatan yang baik, tulus, benar dan murni itu bukan suatu kerendahan tapi itu membawa kita terhadap pemulihan yang membawa kita dalam mujizat, pemulihan dan perubahan dalam hidup kita.

Orang yg curhat jgn di potong atau direndahkan . Dan kita juga jgn curnah ke orang yg bocor mulut tapi curhat lah ke orang yg lebih dewasa yg memahami dalam segala hal.

Mazmur 51 : 17
(51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Hati yg remuk atau hati yang hancur selusinya cuman satu kalau mau sembuh yaitu curhat ke Tuhan.

Isi curhatan hati Yesus Kristus!
Matius 27 : 46
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Markus 15 : 34
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Lukas 23 : 34
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Lukas 23 : 43
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Senin, 23 Oktober 2023

RENUNGAN ALKITAB - Bukan Pelayan yang Narsistik

Roma 16:25-27

Narsistik merupakan kepedulian yang berlebihan pada diri sendiri yang ditandai dengan sikap arogan, terlalu percaya diri, dan egois. Orang-orang narsistik haus akan pujian. Sikap ini tidak hanya kita temui di dunia sekuler, tetapi juga dalam pelayanan Kristen. Banyak pelayan Tuhan yang hanya berfokus pada diri sendiri sehingga mencuri kemuliaan Tuhan untuk dirinya sendiri.

Kita tak perlu meragukan lagi bahwa Paulus adalah pelayan Tuhan yang hebat dan luar biasa. Ia layak mendapat pujian dari apa yang telah ia lakukan untuk Tuhan. Namun, dalam penutup Surat Roma, Paulus sama sekali tidak menyematkan pujian untuk dirinya sendiri, sebaliknya untuk Allah.

Jika diringkas, apa yang hendak Paulus katakan dalam ayat 25-27 adalah "Kemuliaan bagi Allah untuk selama-lamanya." Paulus mengemukakan alasan penting untuk menyematkan kemuliaan itu bagi Allah. Alasan penting tersebut adalah Allah dengan kuasa-Nya yang menguatkan kita menurut Injil yang diberitakan oleh Paulus sesuai dengan penyataan rahasia (25).

Rahasia tersebut telah didiamkan atau sudah ada sejak lama, telah diberitakan melalui kitab-kitab para nabi menurut perintah Allah yang abadi, dan kemudian diberitakan kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman (26). Rahasia itu tentu saja berhubungan dengan tindakan Allah yang menjangkau baik bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa bukan Yahudi, melalui penebusan di dalam Kristus Yesus (lih. Rm 9; 11; Ef 3:1-7; Kol 1:26-27; 2:2-3; 4:3). Atas semua itu, doksologi hanya layak diberikan kepada Allah dan bukan kepada Paulus yang adalah hamba-Nya.

Sikap narsistik adalah salah satu godaan terhadap setiap pelayan untuk mencuri kemuliaan Tuhan bagi dirinya sendiri. Apalagi ketika kita merasa paling berjasa, paling berjerih lelah, dan paling berkuasa dalam pelayanan. Kita rentan sekali terhadap godaan sehingga melupakan status kita sebagai hamba. Oleh karena itu, setiap kali kita merasa sukses dalam melayani Tuhan, sadarilah bahwa segala hal yang telah kita lakukan adalah untuk kemuliaan Allah.

RENUNGAN ALKITAB - JANJI TUHAN

(Yeremia 17:7-8)
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air.."

Tuhan memberikan janji-Nya kepada orang percaya. Firman-Nya, "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN." Berkat di sini adalah berkat yang turun dari Allah bagi manusia, yaitu segala sesuatu yang baik. Allah menyatakan diri-Nya sebagai sumber berkat dan Ia senang memberkati umat-Nya. Abraham adalah salah satu contoh orang yang diberkati Tuhan.

Nats kita juga mengungkapkan syarat agar kita diberkati oleh Tuhan. 
Pertama, mengandalkan Tuhan. Ketika mengandalkan Tuhan, kita perlu percaya dengan teguh kepada Tuhan. Kita harus yakin bahwa Tuhan dapat dipercaya. Percaya kita kepada Tuhan juga harus disertai pengetahuan bahwa Allah sanggup melakukan segala perkara. Tuhan yang kita percayai adalah Tuhan yang Mahakuasa dan tidak pernah mengecewakan. Dalam segala hal yang kita hadapi, bagian kita adalah tetap percaya.

Kedua, menaruh harapan kepada Tuhan. Seseorang akan menerima janji Tuhan apabila ia menaruh harapannya kepada Tuhan dengan keputusan yang bulat. Jika percaya berbicara tentang masa sekarang, harapan menunjuk pada masa mendatang. Kita tidak mengetahui hari esok. Namun sekalipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita yakin Tuhan yang mengatur hari esok. Rancangan Tuhan adalah masa depan yang penuh harapan. Tidak ada kehidupan masa depan yang lebih baik dari yang disiapkan oleh Tuhan bagi kita. Tidak ada yang dapat menggagalkan rancangan Tuhan, asalkan kita menaruh harapan kepada-Nya.

Kehidupan orang yang diberkati Tuhan digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Akarnya bertumbuh ke arah sumber mata air. Di saat musim kering, selalu mendapatkan air. Sumber air yang hidup adalah Tuhan (Yeremia 17:13). Jika kita dekat dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan, maka kita tidak takut menghadapi tahun kekeringan. Orang percaya yang mengandalkan Tuhan tidak akan berhenti berbuah. Tuhan setia dan Mahakuasa. Apapun yang kita hadapi, tetap letakkan hidup dan masa depan kita kepada Tuhan. Tuhan menyediakan jauh lebih banyak untuk segala sesuatu di masa sekarang, mendatang bahkan hingga kekekalan. Mari kita tetap percaya dan berharap kepada Tuhan yang suka memberkati umat-Nya.

RENUNGAN ALKITAB - Malu Minta Tolong

Lukas 8 :22-25

Banyak dari kita overthinking seperti Luna. Menimbang kita ini ahli di satu bidang, kita lalu ogah minta tolong ke orang lain. Fir-Tu hari ini menceritakan apa yang dilakukan murid-murid Yesus ketika mereka lagi dalam masalah besar. Waktu mereka sedang berlayar, mendadak taufan yang sangat dahsyat mengamuk dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Nah sekarang coba kita ingat! Di antara murid-murid Yesus, bukankah ada yang berprofesi sebagai nelayan, seperti Petrus, Yakobus, dan Yohanes? Sebagai nelayan, of course mereka udah berpengalaman menghadapi badai. Yang namanya ombak dan taufan, ini bukan pertama kali mereka mengalaminya. Tiap hari itu, mereka menyadari kalo apa yang di depan mata udah di luar batas kemampuan mereka. Karena itulah mereka lalu membangunkan Yesus. Kebayang seandainya murid-murid itu berpikir: “Apa kata dunia kalo nelayan seperti kita meminta tolong Guru yang adalah seorang tukang kayu?” Pastilah mereka bakal lebih lama terombang-ambing dalam.

Guys, kalo ditelusuri, akar dari sikap enggan meminta tolong adalah ego. Faktanya, ego menghambat kita ketemu solusi dan bikin kita lebih lama terpuruk dalam sebuah masalah! Haiz, ngga mau ‘kan mengalaminya? So, semisal kita butuh bantuan orang lain, jangan enggan meminta! Semisal kita punya usaha restoran yang udah besar, bahkan cabangnya ada di seluruh kota, ngga masalah sesekali diskusi soal cita rasa masakan sama mama yang biasanya cuman masak di rumah. Begitu pula biarpun kita udah pinter cari duit, kalo urusan pekerjaan, coba deh diskusi sama papa. Tapi yang terpenting, jangan sampai kita enggan meminta pertolongan Tuhan, karena Dia selalu punya solusi terbik untuk menjawab setiap pergumulan kita

RENUNGAN ALKITAB - Mengucap syukur

1 Tesalonika 5 : 18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Amsal 4 : 23
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

1. Mengucap syukur akan menjaukan kita dari !
• Kecewa / sakit hati
• sakit penyakit
• Penyimpangan dosa
• Kematian masa depan
2. Mengucap Syukur Menguatkan Hati !
• Tahan uji
• Pinda posisi - Mendekat kpd janji Tuhan 
       1korintus
3. Mengucap syukur, Penurut Allah !
1. Efesus 5 : 1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
2. Selalu mengucap syukur adalah mempersilakan Tuhan membentuk kita Mazmur 108:1
3. Selalu mengucap syukur Adalah memepersilakan Tuhan berperan gantikan kita. 2 tawarikh 

2 Tawarikh 20 : 17
Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."

2 Tawarikh 20 : 21
Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"

2 Tawarikh 20 : 22
Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.

2 Tawarikh 20 : 23
Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh.

2 Tawarikh 20 : 24
Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

2 Tawarikh 20 : 25
Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.

2 Tawarikh 20 : 26
Pada hari keempat mereka berkumpul di Lembah Pujian. Di sanalah mereka memuji TUHAN, dan itulah sebabnya orang menamakan tempat itu Lembah Pujian hingga sekarang.

RENUNGAN ALKITAB - KuasaNya menyembuhkan orang buta

Yohanes 9:1-41

Yohanes 9 bercerita tentang kisah seorang buta sejak lahir.

Pemahaman seperti itu terlihat juga dalam pikiran para murid. Murid-murid Yesus mempertanyakan apakah orang buta tersebut buta diakibatkan dosa dia sendirikah? Atau dosa orang tuanya? Untuk mengubah pemikiran para murid² ini. Yesus memberi penjelasan. Bahwa Kadang Allah mengizinkan keadaan seperti itu agar pekerjaan-Nya dinyatakan. Sebaliknya Tuhan Yesus mengatakan “tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia”.

Setelah Tuhan Yesus menyembuhkan mata orang buta itu, membuatnya bisa melihat. Persoalan sakitnya selesai. Namun persoalan baru muncul, yaitu waktu peristiwa itu terjadi pada hari Sabat dan cara yang dilakukan untuk penyembuhan itu yang dipermasalahkan oleh pemimpin agama orang Yahudi yang menuduh itu melanggar aturan hari Sabat. 

Hal yang luar biasa terjadi pada orang yang sudah disembuhkan tersebut adalah imannya justru bertumbuh, walaupun ia mengalami tindakan pengucilan dari lingkungan masyarakat, dan keluarganya. Bahkan akhirnya dia diusir dari tempat tinggalnya.
Kemudian di Yohanes 9:35 mencatat bahwa setelah Yesus mendengar bahwa orang itu telah diusir keluar maka Yesus mencari dia. Yesus tidak meninggalkan orang ini sendirian. Yesus hadir di sisinya dan memberinya keyakinan. “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” Jawabnya, “Aku percaya, Tuhan!” dan kemudian orang itu tersungkur ke tanah, bersujud menyembah Yesus (ayat 36-38). 
Di satu sisi orang-orang Farisi yang ada di situ mencari-cari kesalahan Yesus kemudian bereaksi setelah mendengar kalimat Yesus “Aku datang untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya yang dapat melihat menjadi buta” (ayat 39). Orang-orang Farisi menjadi tidak senang, dan bilang kepada Yesus, jadi maksudMu kami ini buta? Maka Yesus menjawab mereka, "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu." 

Orang-orang Farisi ini secara jasmani bisa melihat, namun setelah melihat karya dan pekerjaan Tuhan hatinya bukan menjadi percaya tetapi mereka mengeraskan hati tidak mau percaya, maka mereka akan tetap berada dalam kebutaannya. Dan itu adalah kebutaan yang lebih dahsyat daripada buta jasmani karena buta itu adalah buta rohani yang berakibat fatal dalam kekekalan. 
Dari Yohanes 9 kita belajar bahwa hendaknya kita memiliki iman yang bertumbuh ditengah tekanan dan masalah, dan tentu saja hal ini terjadi karena kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Kemudian hendaknya kita selalu membuka hati dan mempunyai mata rohani yang celik dalam melihat karya Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan kita, ditengah masalah dan tantangan yang kita hadapi. Dan ketahuilah.. Tuhan Yesus setia dan tidak meninggalkan kita sendirian. Amin!

RENUNGAN ALKITAB - Kuasailah Dirimu dengan Kasih bukan Kebencian

Amsal 10 : 12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Hal yg paling buruk merusak yg bisa ada dlm kehi...