Beratnya medan pelayanan yang dialami Rasul Paulus sama sekali gak membuat di lemah/kalah dgn keadaan.
Dia tetap bisa berdiri kokoh di tengah-tengah badai. Apa rahasianya? Rahasianya adalah karena ia selalu mengucap syukur kepada Allah, sehingga hatinya kuat (28:15).
Paulus adalah seorang rasul yang telah mengalami pembentukan Tuhan secara luar biasa. Kita lihat Perjalanan menuju Roma untuk menyampaikan berita Injil harus melalui proses yang panjang dan berliku, antara lain adalah dia mau di tangkap, aniaya dan di bunuh dari pihak orang-orang Yahudi yang diserahkan kepada pihak Romawi (pasal 21-22).
Rasul Paulus harus menghadapi Mahkamah Agama dan dipindahkan ke Kaisarea (pasal 23). Ia harus menghadapi Feliks, Festus, dan Agripa (pasal 24-26). Ketika berlayar menuju Roma, angin ribut dan gelombang laut yang tinggi menghempaskan kapal yang ia tumpangi sehingga kapal itu kandas (pasal 27). Ketika berada di pulau Malta, ia terkena gigitan ular beludak (28:1-10).
Banyak bangat masalah yg dialami tanpa keluhan. Tapi apa , Setibanya di Roma, ia mengucap syukur dan menjadi kuat hatinya setelah melihat kasih karunia Allah juga bekerja di sana (28:15). Dia tidak pernah berhenti bersyukur kepada Allah atas apa yang dia alami.
Selalu ada saja alasan untuk bersyukur! Itulah prinsip hidup yang didemonstrasikan oleh Rasul Paulus dalam hidupnya.
Cerita kuda oleh seseorang yg salah melihat proses Tuhan dalam hidupnya..
1 Tesalonika 5:18
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”