_Mazmur 34:13 (TB) (34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;_
Pernah mengalami terjepit musuh seperti yang dialami Daud? Di belakang ia dikejar-kejar Saul hendak dibunuh. Di depan adalah bangsa musuh yang sedang memerangi Israel. Apa yang dapat Daud lakukan? Di satu sisi, ia mencoba cara manusia dengan berpura-pura gila di hadapan raja musuh (10-15). Sepertinya berhasil! Di sisi lain, Daud sadar bahwa kalau ia hanya mengandalkan hikmat manusia, yaitu kecerdikan berpura-pura gila, suatu saat kelak akan tidak berguna. Mazmur 34 ini lahir dari kesadaran Daud bahwa pertolongan sejati hanya datang dari Tuhan.
Oleh karena itu Daud mengajak kita untuk bersama-sama memuji Tuhan. Pengalaman Daud adalah Tuhan dapat diandalkan karena Dia adalah Penolong bagi orang tertindas dan Pelindung bagi orang yang dalam mara bahaya. Apakah pengalaman Anda juga demikian? Dapatkah Anda mengingat terakhir kali Tuhan menolong Anda keluar dari kekacauan hidup karena musuh-musuh Tuhan? Sudahkah Anda mengucap syukur dan memuji nama-Nya?
Tentu, pertolongan Tuhan akan kita alami kalau hidup kita sendiri berpaut kepada-Nya, demikian, nasihat Daud. Takut akan Tuhan (10, 12) serta hidup dalam kebenaran dan menjauhi kejahatan (14-15) adalah syarat menerima pertolongan-Nya! Maka mazmur ini selanjutnya menegaskan akan perhatian Tuhan yang ditujukan khusus kepada anak-anak-Nya, yaitu semua orang yang hidup dalam kebenaran serta menjauhi kejahatan.
Kadangkala kita terjepit dalam hidup ini karena ulah musuh. Andalkan Tuhan yang setia bahwa pertolongan-Nya tidak pernah terlambat. Namun, kalau kita sadar bahwa kita sedang menuai akibat dari ulah kita sendiri, cepatlah minta ampun kepada Tuhan. Terimalah akibat dosa sebagai bagian disiplin dari Tuhan, dan minta belas kasih serta kelepasan dari-Nya. Pasti Tuhan mau menolong!