Sabtu, 06 April 2024

Lahir Juruselamat Dunia

Matius 3:13-17

Dalam injil hari ini kita telah mendengar kisah tentang Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Inilah minggu terakhir dari masa natal dan besok kita akan memasuki masa biasa. 

Mari kita mencermati makna dari pembabtisan Yesus. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sebagai tanda bahwa Ia adalah anak Allah. Setelah dibaptis Yesus keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari Surga yang mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” 

Makna lain dari pembabtisan Yesus ialah penegasan dan perutusan-Nya dari Bapa-Nya. Sejak itu Yesus mulai melaksanakan tugas perutusan-Nya mewartakan kabar gembira dengan mengajar, menyembuhkan, mengampuni dan bahkan membangkitkan orang mati. Yesus juga diutus mewartakan kabar gembira untuk orang miskin, hina, papa, sakit dan di penjara. Ia akan melepaskan belenggu orang-orang yang tertindas. Belenggu ketertindasan di sini bukan terutama ketertindasan secara fisik namun secara psikis, hati dan perasaan. Banyak orang tertekan dan tertindas karena ketidak adilan. Dia juga diutus membebebaskan para penguasa dari belenggu keegosian, ketamakan dan kerakusan. 

Makna ditenggelamkan ke dalam air berarti Yesus dengan rela mau merendahkan diri sama seperti kita kecuali dalam hal dosa. Yesus juga akan menderita secara jasmani, rohani dan mental ketika ia mengalami penderitaan dalam sengsara dan wafat-Nya di salib sebagaimana kita juga menderita dalam mengemban salib hidup kita. Itu juga berarti bahwa Yesus dekat dengan kita dan memahami kondisi kita yang penuh dengan kelemahan, kekurangan dan dosa. Ia solider dengan apa yang kita alami dan rasakan. Ia ikut merasakan suka duka kita.

Para sahabat terkasih setelah kita mencermati makna pembaptisan Yesus sekarang kita diajak merenungkan makna pembabtisan kita sendiri. Ketika kita menerima sakramen pembaptisan sekurang-kurangnya kita menerima tiga buah dari situ: yakni menjadi putera-puteri Allah, menjadi anggota resmi Gereja dan dimurnikan dari dosa asal. Dengan baptisan kita menjadi orang Kristen yang berarti menjadi pengikut Kristus. Dengan Baptisan hati kita menjadi tempat kediaman Roh Kudus yang menghibur dan membimbing kita pada jalan ke Surga. 

Melalui baptisan kita diberi kekuatan oleh Tuhan supaya kita tidak lagi berdosa, tetapi hidup dan bertingkah laku baik. Dengan dibaptis kita diangkat pula menjadi anak Allah. Setelah kita dibebaskan dari dosa, maka kita akan menjadi sama dengan Yesus yang tidak berdosa itu. Seperti Kristus yg telah dibaptis dan diangkat menjadi Putera Allah, maka kita pun juga demikian: sebab kita telah menjadi sama dengan Yesus yg sudah terbebas dari dosa. Dan kitapun juga diangkatNya menjadi putera yang dikasihiNya. Dengan menerima pembaptisan kita juga diangkat menjadi anggota Gereja. Setiap anggota Gereja dipersatukan dengan anggota Gereja yg lain yg sudah dipermandikan. 

Namun ada catatan atau berupa kritik bagi kita. Kita kerap melupakan janji pembabtisan untuk melaksanakan kehendak Allah dan hidup sesuai dengan iman Katolik. Kita membawa anak untuk dibaptis bukan karena motivasi yang luhur demi perkembangan iman, namun demi seremonial saja. Banyak orang melihat pembaptisan sebagai suatu ritus keagamaan belaka, atau hanya mendapat surat atau serfitikat permandian. Mereka lupa bahwa pembaptisan seharusnya membawa pembaharuan cara hidup. Suatu kehidupan baru sebagai makhluk tertebus, sebagai anak Allah. (2 Kor 5:7)

Ingatlah bahwa pembabtisan hanya merupakan langkah awal dan itu tidak membuat kita otomatis menjadi orang katolik yang baik. Pembabtisan tidak juga menjamin kita masuk Surga. Proses yang lain harus kita lewati dan itulah proses pembelajaran dalam keberimanan dan menghayati apa yang diajarkan oleh Gereja kita. Kita tidak otomatis menemukan Yesus kita menerima baptisan. Kita harus bertobat dan memperbaharui diri terus menerus.

RENUNGAN ALKITAB - Kuasailah Dirimu dengan Kasih bukan Kebencian

Amsal 10 : 12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Hal yg paling buruk merusak yg bisa ada dlm kehi...