Minggu, 09 Oktober 2022

RENUNGAN ALKITAB - Introspeksi dan Evaluasi diri (2)

Efesus 5:15
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif"

Aku mau evaluasi diri bagaimana perjalananku, Apa yang sudah aku dicapai, apa yangku rasa masih kurang, dan apa harapan ke depan. Intinya aku mau tahu betapa pentingnya sebuah proses evaluasi dalam hidupku, apa yang harus ku perbaiki dalam hidupku agar bisa lebih baik lagi ke depannya. Dan aku bisa mengetahui apa yang masih menjadi titik lemahku, agar aku bisa memperbaikinya.

Aku mau mengevaluasi diriku beberapa tahun belakangan ini. Terutama setelah saya aktif dalam pelayanan, baik di Gereja maupun di renungan harian, Doa pagi, Doa malam, komsel dan pengajaran yang setiap hari saya tulis. Saya merasa penting untuk terus mengevaluasi diri seperti apa saya saat ini sebagai seorang mahasiswa saya merasa saya mengalami peningkatan signifikan selama beberapa bulan terakhir ini. Saya bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaan, karena saya tahu bahwa segala kesuksesan disana adalah titipan Tuhan yang harus saya kerjakan dengan semaksimal mungkin dengan talenta-talenta yang telah Tuhan berikan kepada Saya. Saya ingin melayani lebih baik lagi, bisa memberkati lebih lagi lewat pelayanan saya. Do my best in every aspects of life, itu intinya, dimana segala sesuatu yang saya perbuat, mudah-mudahan bisa terus memuliakan Tuhan di atasnya. Saya sadar betul bahwa saya masih jauh dari sempurna. Ada banyak kelemahan yang masih harus diperbaiki. Semua itu tidaklah mungkin jika saya terlalu santai dan tidak pernah mengevaluasi diri, melihat apa yang sudah saya lewati, dimana kelemahan saya dan berusaha menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Maka itu bagi saya adalah sangat penting untuk terus melakukan evaluasi diri.

Paulus berpesan untuk jemaat di efesus agar mereka tetap memperhatikan bagaimana hidup mereka. "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif". (Efesus 5:15). Ini adalah sebuah pesan penting agar tidak lupa diri, jangan menyia-nyiakan waktu dan agar bisa tetap bijaksana. Paulus melanjutkan pula, "dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (ay 16). Jika hari-hari waktu itu adalah jahat, sekarang pun tidak ada bedanya. Mungkin malah lebih parah. Dosa mengintip dari segala aspek kehidupan kita. Hiburan, lingkungan rumah/pekerjaan/pendidikan, di mana-mana kita bisa setiap saat tersandung dalam dosa. Paulus menggambarkan celah masuknya dosa-dosa ini lewat tiga hal yang saling berhubungan, yaitu dunia, kedagingan dan iblis. (Efesus 2:1-3). Keterkaitan ketiga aspek ini bagaikan pusaran air yang bisa menyeret kita untuk masuk ke dalamnya jika tidak hati-hati. Yesus pun mengajarkan agar kita senantiasa berjaga-jaga dan berdoa untuk mencegah masuknya pencobaan lewat kelemahan daging kita. "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."(Matius 26:41).

Sering mengevaluasi diri akan membuat kita lebi waspada dalam berbagai kejatuhan , karena ada kalanya kita terpeleset tanpa sadar. Disamping itu, tekunlah berdoa dengan kerinduan akan Tuhan. Biarkan Roh Tuhan bekerja dan memimpin langkah-langkah kita, sehingga kita bisa terhindar dari jebakan yang mengarah kepada maut. Marilah kita senantiasa menjaga keberadaan diri kita agar tetap hidup bijaksana, bertumbuh lebih baik dari waktu ke waktu, dan tetap memuliakan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita.

Tetaplah bertumbuh dan memperbaiki diri hingga kedatangan Yesus kedua kalinya.


"TUHAN YESUS MEMBERKATI🧸😇"






RENUNGAN ALKITAB - Kuasailah Dirimu dengan Kasih bukan Kebencian

Amsal 10 : 12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Hal yg paling buruk merusak yg bisa ada dlm kehi...